Soal Boom Live, Menkominfo Minta Netizen Cerdas Pakai Ruang Digital

Soal Boom Live, Menkominfo Minta Netizen Cerdas Pakai Ruang Digital

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 03 Sep 2020 17:20 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate meminta masyarakat lebih cerdas dalam menggunakan ruang digital, kaitannya adalah dengan aplikasi Boom Live yang sempat menjadi sorotan setelah skandal video bugil oknum bidan.

Menurutnya, selain pemerintah, masyarakat pun harus lebih cerdas dalam menggunakan ruang digital. Menurutnya, penggunaan internet untuk mendapatkan nilai tambah hal yang perlu dilakukan masyarakat.

"Tolonglah, jangan isi dengan yang tidak bermanfaat. Isi yang bermanfaat, ini waktunya (buat) startup digital yang bisa memberikan nilai tambah, bermigrasi dari fisik ke digital, bermigrasi pasar fisik ke digital, gunakan distribusi dengan pemanfaatan telekomunikasi dan digital untuk hal-hal yang bermanfaat kemajuan negara dan kita tinggalkan yang tidak bermanfaat," tuturnya di Jakarta, Selasa (1/9).

Selain itu, Johnny menganggap Kemkominfo buang-buang waktu melakukan pemblokiran jika masyarakat terus iseng menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.

"Inilah yang kita butuh ya, masyarakat itu tolong gunakan ruang digital kita dengan cerdas. Boom Live diblokir, diganti, dinaikin lagi, diblokir lagi. Masa kita kerjaan kita buang waktu untuk itu saja? Tolong lah ya, jangan diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat gitu," ujarnya Johnny di lain kesempatan.

Di sisi lain, Boom Live juga sudah berjanji untuk memperketat pengawasan untuk menangkal konten negatif. Hal itu disampaikan Operation Manager Boom Live, Yang Liang.

Menurut Liang, pihak perusahaan bersikap tegas menolak penyebaran konten pornografi dan informasi berbahaya. Tak hanya itu, pihak Boom Live mengaku akan memperkuat pengawasan konten siaran melalui beberapa aspek.

"Pertama, kami akan meningkatkan sistem penyaringan pesan teks obrolan dan siaran langsung, memperkuat sistem filter kata kunci ilegal, dan mencegah penyebaran informasi negatif dan konten pornografi di platform," ungkap Yang Liang dalam pernyataan resmi kepada detikINET, Rabu (2/9/2020).

Kedua, kata Yang Liang, Boom Live akan memperkuat tim content-quality untuk memantau konten di platform selama 24 jam. Mereka juga akan memperkuat upaya peninjauan, memperluas cakupan peninjauan, terus meningkatkan mekanisme peninjauan, dan menangani informasi negatif secara tepat waktu.

"Perusahaan juga akan menyediakan mekanisme pelatihan untuk host, memperdalam pengetahuan host atas batas-batas konten siaran langsung, dan secara regular menyelenggarakan pelatihan tentang undang-undang dan peraturan yang relevan untuk host yang ada di platform," tambah Yang Liang.

Selanjutnya, Boom Live akan memperbaiki mekanisme pelaporan konten ilegal di platform dan membuat tim khusus untuk menangani konten yang dilaporkan. Hal ini diharapkan dapat membuat proses penyelidikan, verifikasi atas laporan dapat dipertanggungjawabkan secara lebih baik.



Simak Video "Gugatan RCTI Ancam Kebebasan Live di Medsos, Ini Kata Menkominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)