Senin, 23 Mar 2020 12:50 WIB

Chatbot WhatsApp COVID-19 Bukan untuk Klarifikasi Hoax

Agus Tri Haryanto, Agus Tri Haryanto - detikInet
Akun chatbot WhatsApp COVID-19 resmi Pemerintah RI. Akun chatbot WhatsApp COVID-19 Pemerintah RI. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta -

Pemerintah telah meluncurkan akun chatbot WhatsApp COVID-19 yang bisa dijajal masyarakat, Jumat kemarin (20/3). Namun jangan salah alamat, karena akun ini bukan untuk mengklarifikasi hoax yang tengah beredar di internet.

Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli dalam pesan singkatnya kepada detikINET.

"Bukan (untuk klarifikasi hoax yang beredar-red)," tegas Ramli.

Adapun mengapa pemerintah memilih WhatsApp sebagai penyaluran informasi kepada masyarakat terkait merebaknya virus corona, Ramli mengatakan karena layanan pesan instan tersebutlah yang saat ini paling banyak digunakan.

"Karena penggunanya hampir 140 juta. Jadi, kita prioritaskan itu," ungkapnya.

Sejak pertama kali resmi dirilis ke publik, akun chatbot WhatsApp ini sempat kurang responsif dalam menjawab pertanyaan para pengguna Whatsapp. Ramli mengatakan pada saat itu hits-nya mencapai 2,6 juta pesan yang dikirim dan diterima pada pagi harinya.

"Kita atasi servernya. Biasanya akan normal kembali beberapa waktu kemudian," tuturnya.

Informasi yang tersedia dalam bentuk opsi-opsi pertanyaan yang ingin diketahui masyarakat ini disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan.



Simak Video "Yuk Coba! Cara Menggunakan Chatbot WhatsApp Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)