Selasa, 11 Feb 2020 19:37 WIB

Waduh! Kominfo Sebut Twitter Masih Rawan Konten Vulgar

Aisyah Kamaliah - detikInet
Ilustrasi Twitter Waduh! Kominfo Sebut Twitter Masih Rawan Konten Vulgar (Irna Prihandini/detikINET)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan, Twitter menjadi salah satu platform yang paling dipantau. Demikian dikatakan oleh Ferdinandus Setu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo.

"Sistem patroli mulai Januari 2018, sudah tahun kedua. Sebelumnya sudah punya, tapi terbatas namun kami makin mengawal serius dengan mesin yang disebut Ais," ujarnya saat ditemui di sela peluncuran Panduan Bebas Cyber Bully TikTok, di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

"Sampai hari ini, penanganan sudah ada 1,8 juta konten yang di take down, dari angka itu 600 ribu terkait konten itu Twitter, memang isunya pornografi kami akui," sambungnya.

Masih kata Nando, Kominfo pun menegaskan pihaknya sudah sebisa mungkin menghapus konten yang tidak senonoh, akan tetapi, aturan antara satu negara dengan negara lainnya berbeda. Ada beberapa negara yang menganggap pornografi dewasa sebagai sebuah industri sehingga ada keterbatasan yang dihadapi Kominfo.

"Makanya itulah kenapa Twitter sudah kami take down tapi masih banyak (konten pornografi --red). Beberapa kalau di negara-negara asing konten tertentu bisa dibuka, di Tanah Air nggak bisa," sebutnya.

Nando pun menyebutkan mitra Kominfo dalam Penanganan Konten Internet Ilegal seperti BNPT, Polri, OJK, BPOM, Kemenkes, tergantung dari isu yang terkait.

Contohnya, termasuk Kementerian Pertanian untuk penjualan Komoditas Pertanian Ilegal, Kementerian HKL mengenai jual beli satwa dan tumbuhan langka yang dilindungi. Kementerian sosial juga tak luput untuk masalah penipuan undian berhadiah.

"Hampir semua penggunaan terlarang kami berkerja sama dengan BNN, Fintech dengan OJK dan Bank Indonesia, perlindungan anak kami berkerja sama dengan Komnas Anak dan KPAI," ujarnya.

Waduh! Kominfo Sebut Twitter Masih 'Rawan' Konten VulgarFerdinandus Setu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Laporan terbanyak dari Facebook

Jika Twitter jadi platform yang dirisaukan soal konten vulgarnya, pengguna Facebook disebut Nando menjadi pelapor terbesar.

"Saya harus cek pastinya berdasarkan data platform melalui aduan konten. Untuk yang melaporkan terbesar beberapa waktu lalu cyber bullying adalah Facebook," ungkapnya.

Untungnya, Kominfo memiliki tim patroli cyber untuk memantau media sosial mana pun termasuk TikTok, Facebook, dan Twitter.

"Kami dapat laporan akun mana yang cenderung memposting sedikit vulgar kami teruskan ke TikTok. Kominfo melakukan banyak hal, kita punya banyak startup ada yang unicorn, kita berharap masing-masing memberikan warna sendiri. TikTok bernyanyi, berkreativitas ini penting di tengah hoaks yang aktif, virus corona itu ada 80 hoaks sampai hari ini, kita tidak temukan di TikTok. Jadi hanya memberikan kegembiraan," tutupnya.

Waduh! Kominfo Sebut Twitter Masih Rawan Konten Vulgar


Simak Video "Marshanda Sebut Dirinya Trendsetter TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)