Myanmar Ketat Urusan Sensor Internet
- detikInet
Jakarta -
Para peneliti yang tergabung dalam OpenNet Initiative memaparkan, Myanmar telah menjadi salah satu negara paling ketat soal sensor internet. Bahkan Hotmail saja secara rutin diblok.Dikabarkan, Myanmar menggunakan filter software internet besutan Amerika yang ditujukan untuk menciptakan jaringan intranet pribadi bagi negaranya. Sehingga pihak pemerintah dapat memonitor e-mail dan menghalangi situs-situs dari grup oposisi.Di Myanmar, bahkan penyedia email gratis seperti Hotmail sering kali diblokir dan memaksa penggunanya untuk menggunakan layanan yang dikendalikan oleh negara sehingga pengguna lebih mudah dikendalikan. Grup tersebut pun ditemukan tidak dapat diakses oleh partai oposisi politik besar serta situs-situs pro-demokrasi yang tengah diuji.Sebagai informasi, OpenNet Initiative merupakan kelompok kolaborasi antara Harvard University, University of Toronto dan University of Cambridge. Sebelumnya mereka mempelajari isu penyensoran yang ada di Cina, Iran dan Singapura.Seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Jumat (14/10/2005), Jonathan Zittrain, Profesor Harvard dan Oxford mengatakan, Myanmar telah berhasil mencapai apa yang tak dapat diraih Cina. Yakni menciptakan lingkungan dengan jaringan yang dapat membatasi warga negaranya untuk berhubungan dengan dunia luar.Menurut penelitian, negara yang sebelumnya dikenal sebagai Burma ini, berganti produk dari yang tadinya menggunakan filter open source menjadi firewall keluaran Fortinet Inc., sebuah perusahaan Sunnyvale, California, Amerika Serikat.Petugas resmi Fortinet mengatakan kepada para peneliti, penjualannya dilakukan melalui reseller. Meski situs resmi Myanmar menunjukkan foto Benjamin Teh, Eksekutif Regional Fortinet bersama dengan Perdana Menteri Jenderal Khin Nyunt pada saat acara pengenalan produk. Dan pihak Fortinet tidak berkomentar mengenai hal itu.
(ien/)