Sabtu, 18 Mei 2019 14:55 WIB

Pemerintah AS Longgarkan Pembatasan Dagang Terhadap Huawei

Virgina Maulita Putri - detikInet
Logo Huawei. Foto: David Becker/Getty Images Logo Huawei. Foto: David Becker/Getty Images
Jakarta - Kementerian Perdagangan AS mengatakan bahwa mereka akan melonggarkan pembatasan yang dijatuhkan kepada Huawei. Hal ini dilakukan karena dimasukannya Huawei ke daftar hitam perdagangan akan menyulitkan Huawei untuk melayani pelanggannya di AS.

Sebelumnya dilaporkan, Huawei dilarang membeli peralatan dan komponen buatan perusahaan AS tanpa izin pemerintah AS. Tapi, kini mereka mendapat lisensi umum sementara untuk mencegah gangguan terhadap operasi dan peralatan jaringan telekomunikasi milik pelanggan mereka.

"Tujuannya adalah untuk mencegah kerugian pada entitas non-Huawei yang menggunakan peralatan mereka," kata mantan pegawai Kementerian Perdagangan AS, Kevin Wolf seperti dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (18/5/2019).



Huawei memang memiliki beberapa pelanggan di kota kecil di AS. Seperti penyedia layanan internet di kota kecil di negara bagian Wyoming dan Oregon yang membeli peralatan jaringan dari perusahaan China tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan lisensi ini, Huawei bisa membeli komponen buatan AS untuk membantu pengguna mereka menjaga stabilitas jaringan dan peralatannya. Tapi mereka tetap tidak diperbolehkan membeli komponen buatan AS untuk mengembangkan produk baru.

Huawei sebelumnya dimasukkan ke dalam Entity List milik Kementerian Perdagangan AS bersama 68 afiliasinya. Aturan ini melarang Huawei untuk membeli peralatan dan komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan dari pemerintah.



Penetapan larangan ini hanya satu dari dua serangan terbaru pemerintah AS kepada Huawei. Sehari sebelumnya, Presiden Trump mengesahkan perintah eksekutif yang menyatakan darurat nasional dan melarang perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan yang mengancam keamanan nasional.

Pemerintah AS sendiri percaya bahwa smartphone dan peralatan telekomunikasi buatan Huawei dimanfaatkan pemerintah China untuk memata-matai penduduk AS. Huawei telah berulang kali mengelak tuduhan tersebut dan mengatakan mereka tidak memiliki hubungan dengan pemerintah China. (vim/vim)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed