Komunitas TI Diimbau Bantu Ungkap Bom Bali
- detikInet
Jakarta -
Komunitas Teknologi Informasi (TI) di Indonesia diimbau untuk membantu mengungkap pelaku teror, termasuk Bom Bali II. Mulai dari kalangan pebisnis hingga kalangan bawah tanah diharapkan bantuannya. Imbauan itu disampaikan oleh Valens Riyadi, Kepala Bidang Security Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). "Pihak kepolisian juga, ini saatnya untuk berpikir lebih taktis," ujarnya kepada detikinet, Senin (3/10/2005). Menurut Valens ada banyak data-data yang bisa diungkapkan dari komunitas TI yang mungkin bisa membantu pihak kepolisian. Ia menyebut data-data seperti log (catatan-red) pengiriman pesan singkat milik operator, log dari penyelenggara jasa internet, hingga log pemakaian di warung internet. "Misalnya dari ISP (Internet Service Provider-red) atau warnet, atau bahkan ISP ilegal, mungkin mulai dilihat apakah log ada yang aneh atau nggak. Kalau mungkin ada hal yang mencurigakan bisa dilaporkan," tutur Valens. Semua pihak-pihak itu pun diimbaunya agar mulai menyiapkan log yang mereka miliki. Sehingga, sewaktu-waktu diminta oleh pihak Kepolisian, mereka bisa menyediakannya. Valens yakin bahwa pelaku teror pasti memanfaatkan jalur-jalur komunikasi mulai seluler hingga internet. Ia mencontohkan betapa banyaknya bukti terungkap dalam kasus Bom Bali I saat pihak berwajib 'membongkar' isi laptop Imam Samudera.Komnuitas bawah tanah seperti hacker dan cracker pun diajak Valens untuk membantu Kepolisian. "Internet itu kan luas, kalau mereka dapat sesuatu bukti-bukti pelaku atau jaringan itu bisa dibuka lalu diinformasikan," Valens menambahkan.
(wsh/)