Pro dan Kontra
Microsoft Usulkan Impor Komputer Bekas
- detikInet
Bogor -
Microsoft Indonesia mengusulkan pemerintah membuka keran impor komputer (PC) bekas untuk mengejar target World Summit on Information Society (WSIS). Sebelumnya, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan menghentikan impor komputer bekas yang juga didukung penuh oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo).Vice President PT Microsoft Indonesia Ari Kunwidodo berpendapat, pemerintah seharusnya membuka keran impor komputer (PC) bekas demi mengejar target WSIS, yakni separuh penduduk dunia memiliki akses ke Internet. Lagipula, menurut Ari, PC bekas pasarnya berbeda dengan PC rakitan. "Seharusnya biarkan saja kita mengimpor PC bekas, buat apa dilarang-larang. Lagipula itu juga sebagai salah satu upaya untuk sukseskan WSIS," ujar Ari di di Aula Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/9/2005).World Summit on Information Society (WSIS) merupakan KTT dunia yang hendak mewujudkan masyarakat informasi pada tahun 2015, dengan target muluk separuh penduduk dunia memiliki akses ke Internet."PC bekasnya paling yang kualitasnya rendah, tapi masih berguna sebagai perkenalan," papar Ari yang menganggap pengadaan impor PC bekas bisa menjadi sarana murah bagi masyarakat di daerah-daerah dan sebagai permulaan dalam mengenal teknologi informasi. "Jadi tidak mengganggu pasar PC rakitan. Pasarnya jelas beda," tambahnya.Ari juga mengatakan, Microsoft siap membantu melengkapi PC bekas tersebut dengan software mereka apabila diminta oleh pemerintah. Hal itu menurut Ari sebagai bagian dari kontribusi Microsoft dalam mensukseskan program pemerintah di Indonesia.Pro dan KontraSebelumnya di tempat berbeda, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi, mengatakan dalam 10 tahun ke depan akan diadakan 5 juta unit komputer untuk dibagi-bagikan ke kurang lebih 250 ribu sekolah-sekolah di Indonesia untuk mensukseskan program OSOL (one school one lab). Program OSOL merupakan program pemerintah untuk meningkatkan penetrasi komputer di Indonesia, khususnya untuk sekolah-sekolah. Hal itu dilakukan demi mencapai target WSIS.Menanggapi pengadaan komputer untuk OSOL, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Henkyanto Tjokro Adiguno, menolak tegas pemberlakuan impor PC bekas. Henky mengkhawatirkan, dengan mengimpor komputer bekas dari luar negeri maka berpotensi menambah timbunan limbah elektronik di Indonesia. Oleh karena itu, Henky menawarkan solusi menggunakan komputer refurbished lokal. "PC layak pakai, bekas, tapi kami ingin bukan impor PC bekas," ujar Henky.Henky juga meminta agar pemerintah mempertahankan kebijakan melarang impor komputer bekas. Menurutnya ada upaya-upaya agar larangan itu dicabut, Apkomindo secara tegas menolak upaya-upaya tersebut. Menanggapi hal itu, Cahyana mengatakan pemerintah masih tetap dengan kebijakan stop komputer bekas.
(rou/)