Kamis, 21 Feb 2019 11:35 WIB

Diajak AS Blokir Huawei, Inggris dan Jerman Membangkang?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi Huawei. Foto: Reuters Ilustrasi Huawei. Foto: Reuters
London - Pemerintah Amerika Serikat gencar mengkampanyekan agar negara sekutunya memblokir penggunaan perangkat Huawei. Tapi ada indikasi Inggris dan Jerman 'membangkang'.

Inggris sebagai salah satu sekutu terdekat AS justru merasa Huawei tak memiliki ancaman berarti. Badan keamanan siber nasional Inggris (NCSC) dikabarkan menyebut risiko menggunakan perangkat Huawei di jaringan 5G masih dapat diatasi, tanpa melarang mereka untuk berpartisipasi.

Tidak hanya NCSC, bos badan intelijen Inggris MI6, Alex Younger juga menyebut bahwa larangan secara langsung mungkin tidak diperlukan. Tapi, ia mengaku bahwa isu ini cukup rumit.




Pembelaan pada Huawei datang pula dari mantan bos intelijen Inggris, Robert Hannigan. "Penilaian bahwa teknologi China dalam bagian jaringan 5G menghadirkan risiko besar merupakan omong kosong," tandasnya.

Sejauh ini, belum ada keputusan final dari Inggris meski kemungkinan, Huawei tidak akan diblokir di Negara Kerajaan itu.

Kemudian, Wall Street Journal melaporkan bahwa keputusan awal dari para Kementerian terkait di Jerman menyebutkan Huawei tetap diizinkan untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi Jerman.

Ketika dikonfirmasi, Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier tidak membenarkan atau membantah laporan itu. "Saya secara eksplisit tidak bisa mengkonfirmasi laporan ini, karena kami masih dalam proses diskusi dengan kementerian lain," kata dia yang dikutip detikINET dari Reuters.




Kedua negara besar itu agaknya tidak mau menerima begitu saja ajakan AS, yang menuding Huawei rentan menjadi alat mata-mata pemerintah China. Dalam kunjungannya ke Eropa belum lama ini, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyarankan agar Huawei tidak digunakan.

"Jika perangkat tersebut lokasinya berada di tempat di mana kami juga memiliki sistem Amerika yang penting, maka hal itu mempersulit kami untuk bermitra," sebut Pompeo. (fyk/krs)