Rabu, 10 Okt 2018 12:59 WIB

Sudah Analisis Konten Grup Gay Garut di Medsos, Kominfo Mau Blokir?

Kris Fathoni W - detikInet
(Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom) (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Dalam beberapa hari terakhir kemunculan grup gay Garut meramaikan media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rupanya juga sudah menganalisis konten itu.

Kemunculan grup gay Garut itu di Facebook pekan ini bikin heboh, khususnya dari pengguna jejaring sosial tersebut di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Komunitas gay ini ini ditengarai beranggotakan pelajar SMP dan SMA.




Adanya aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Facebook tersebut juga sudah membuat polisi untuk turun tangan menyelidiki. Apalagi anggota grup gay Garut itu terindikasi sudah mencapai sekitar 2 ribuan akun.

Kominfo, lewat Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, juga telah melakukan analisis atas konten pada grup gay Garut tersebut. Tindakan blokir atau pemutusan akses pada dasasrnya akan dilakukan kepada seluruh konten yang mengandung muatan pornografi. Sementara dalam kasus ini, Kominfo akan terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar kemungkinan memblokir akun itu tidak justru menghambat proses penyelidikan.




Apalagi sampai dengan awal Oktober 2018 ini Kominfo juga sudah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu website yang melanggar undang-undang, dengan 80 persen di antaranya merupakan website pornografi. Berikut pernyataan lengkap Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu dalam rilis pers yang diterima detikINET, Rabu (10/10/2018).

Pendapat Kemkominfo atas munculnya group LGBT di Media Sosial Facebook beberapa hari ini:

1. Sampai Rabu (10/10), Kementerian Kominfo belum menerima surat pemberitahuaan dari KPAI mengenai keberadaan group-group tersebut.

2. Meski demikian, dalam 2 (dua) hari ini (Selasa dan Rabu) Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo RI telah melakukan analisis atas konten pada group Facebook yang diduga mengandung muatan LGBT tersebut.

3. Pada prinsipnya, Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Kemkominfo RI akan melakukan tindakan blokir atau pemutusan akses jika konten-konten pada group FB tersebut mengandung muatan pornografi.

4. Kategori pornografi mengacu pada UU No 44 Tahun 2008 adalah konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak.

5. Subdit Pengendalian Konten Internet Kemkominfo RI juga tengah berusaha berkoordinasi dgn Polres Garut mengenai kasus ini, jangan sampai jika group FB diblokir oleh Kemkominfo malah justru menghambat proses penyelidikan atau penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polres Garut.

6. Hingga awal Oktober 2018 ini, Kementerian Kominfo telah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu website yang melanggar undang-undang, 80 persen di antaranya adalah website pornografi.





Tonton juga 'Heboh Grup Gay Pelajar di Garut':

[Gambas:Video 20detik]

(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed