Investigasi ini terkait dengan dugaan praktik monopoli dan juga bias terhadap politik konservatif yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Draf tersebut disusun untuk ditandatangani oleh Presiden Donald Trump. Namun, saat ini masih berada di tahap awal penyusunan dan belum didiskusikan dengan agensi pemerintahan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Gedung Putih sendiri mencoba menjauhkan diri dari laporan tersebut. Ada staf yang mengatakan bahwa mereka tidak tahu dari mana asal memo tersebut dan ada juga yang ragu memo tersebut tidak diperiksa melalui jalur yang sesuai.
"Walaupun Gedung Putih khawatir terhadap tingkah laku platform online dan dampak mereka terhadap masyarakat, dokumen ini bukan hasil dari proses pembuatan kebijakan resmi di Gedung Putih," kata White House Press Secretary Lindsay Walters kepada CNBC, sebagaimana dikutip detikINET, Minggu (23/9/2018).
Politisi konservatif, termasuk Presiden Trump sendiri, sering menuduh perusahaan teknologi seperti Twitter, Facebook dan Google memperlihatkan sikap yang anti konservatif. Tapi CEO ketiga perusahaan itu telah membantah tuduhan platform mereka bias politik.
Saksikan video 20Detik untuk mengetahui Gedung Putih yang berencana menginvestigasi Facebook Cs di sini:
(krs/krs)