Tamron kembali membuat lensa zoom yang unik, yaitu lensa zoom 35-100mm f/2.8. Lensa ini unik karena biasanya lensa zoom dimulai dari jarak fokal 20-an sampai 70mm. Dengan memajukan sedikit jarak fokalnya, lensa 35-100mm menjadi lebih ideal buat foto portrait atau dokumentasi.
Inspirasi 35-100mm ini sebenarnya dari lensa Tamron 35-150mm f/2-2.8 yang diluncurkan Tamron 2021 yang lalu. Lensa itu kualitasnya tinggi sekali, tidak kalah dengan lensa dari Sony dan Nikon. Banyak profesional senang menggunakannya untuk portrait dan dokumentasi. Tapi sebagian juga mengeluhkan ukurannya yang relatif besar dan harganya cukup tinggi.
Lensa Tamron 35-150mm f/2-2.8 Foto: Enche Tjin |
Tamron 35-100mm f/2.8 VXD yang baru ini diposisikan sebagai mini-nya 35-150mm. Jarak fokalnya tetap fleksibel, tapi lebih compact. Panjangnya 11,9 cm dan beratnya 565 gram. Lensa ini jelas bukan lensa yang ringan, tapi kalau dibandingkan dengan lensa 35-150mm atau 70-200mm, yang beratnya 1,2 sampai 1,5 kg, lensa ini terasa sangat ringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tamron 35-100mm f/2.8 dirancang untuk kamera mirrorless full frame, saat ini sudah tersedia buat Sony dan Nikon Z. Tentunya bisa juga dipasang di kamera bersensor APS-C seperti Sony A6000an atau Nikon Z30 atau Z50.
Saat lensa ini pada mode zoom, panjangnya berubah beberapa cm. tapi keseimbangannya tidak banyak berubah, bagi yang merekam video dengan gimbal bukan menjadi masalah.
Foto: Enche Tjin |
35mm. Foto: Enche Tjin |
100mm di posisi yang sama. Foto: Enche Tjin |
Bagi fotografer di Indonesia, lensa ini menurut saya gak cuma cocok buat portrait, tapi juga dokumentasi acara seperti wedding dan untuk olahraga yang lagi populer seperti lari dan padel.
Meskipun compact dan harganya di bawah Rp 20 juta, lensa ini dirancang dengan teknologi terbaiknya Tamron. Optiknya terdiri dari 15 elemen dalam 13 grup, dengan berbagai elemen kelas atas dan teknologi anti flare dan glare BBAR II, hasilnya seperti teman-teman lihat, sangat tajam, detail, dan jernih meskipun di kondisi pencahayaan backlit.
Foto: Enche Tjin |
Perbandingan jarak fokal lensa dari kiri ke kanan 50, 85 dan 100mm. Foto: Enche Tjin |
Susunan lensa ini juga bagus buat foto close-up, terutama di 35mm yang mencapai jarak minimum 22 cm, dan perbesaran 1:3,3. Bukan lensa makro tapi cukup dekat untuk detail dan subjek-subjek kecil. Untuk 100mmnya, jarak fokus minimumnya 65cm, termasuk sedang-sedang saja, tapi cukup untuk foto portrait close-up.
35mm. Foto: Enche Tjin |
100mm. Foto: Enche Tjin |
Karakter bokeh di berbagai kondisi saya perhatikan cukup mulus, tapi di beberapa keadaan ada tekstur spt irisan bawang. Ya ini adalah sebuah kompromi untuk optik yang tajam. Kalau bokehnya mau mulus banget, harganya akan mencapai puluhan juta seperti lensa-lensa Sony GM. kelemahan lain, vinyet di 35mm f/2.8 terlihat cukup jelas, namun bisa dibetulkan di proses editing jika diinginkan.
Foto: Enche Tjin |
Foto: Enche Tjin |
Untuk mendesain lensa zoom konstan f/2.8 yang se-compact ini pastinya perlu ada beberapa kompromi. Pertama, jarak fokal lensanya mungkin tidak sama dengan lensa zoom pada umumnya, tidak lebar sekali, dan juga tidak terlalu tele/jauh jangkauannya.
Kedua adalah tidak ada stabilisasi/VC, jadi harus mengandalkan stabilisasi di kamera atau gimbal. Selain itu desainnya simple, tidak ada aperture ring, dan tidak ada tuas autofokus-manual fokus. Tapi tetap ada tombol fungsi dan tuas custom yang bisa diprogram lewat Tamron Lens Utility.
Untuk kinerja autofokusnya, Tamron menggunakan motor fokus tercanggih dan tercepatnya, VXD, jadi teman-teman gak perlu khawatir untuk foto subjek bergerak seperti foto olahraga, foto anak-anak atau hewan peliharaan.
Di zaman sekarang, lensa-lensa baru banyak dirancang dengan memperhatikan kebutuhan videografer juga. Autofokusnya mulus dan senyap dan focus breathingnya juga sangat minim.
Bagi saya, apa yang dibuat oleh Tamron ini menarik. Untuk yang hobi foto video seperti untuk foto-foto casual dan traveling, mungkin 35-100mm agak sedikit tanggung zoomnya, saya lebih menyarankan Tamron 28-75mm f/2.8 yang beratnya kurang lebih sama mungkin lebih cocok. Untuk yang senang foto portrait atau dokumentasi, lensa ini menurut saya lebih pas.
Dilihat sekilas, lensa ini terkesan biasa dan simple, tapi sebenarnya kualitasnya kelas atas, kita bisa lihat dari kualitas gambarnya, dan saat mengoperasikannya mulus dan kinerjanya cepat, cocok buat profesional dan yang menyukai hasil foto yang tajam dan detail. Lensa Tamron 35-100mm f/2.8 telah hadir di Indonesia dengan harga resmi Rp17.300.000.
(rns/rns)









