Rabu, 27 Jun 2018 20:34 WIB

Kisah Penggerebekan Besar-besaran di Dark Web

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: Thinkstock Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Penegak hukum Amerika Serikat merambah dark web dalam upayanya menegakkan hukum yang berlaku, dan dalam operasinya baru-baru ini mereka menggerebek 35 penjual barang haram dan menyita barang dengan nilai total USD 23,6 juta.

Operasi gabungan ini dilakukan oleh sejumlah badan penegak hukum AS, yaitu Departemen Hukum, Homeland Security Investigations (HSI), Secret Service, DEA, dan Postal Inspection Service. Operasi ini bisa sukses setelah agen HSI menyamar menjadi pencuci uang di sejumlah situs di dark web.

Penyamaran itu berhasil, dan mereka berhasil menangkap lebih dari 35 penjual barang ilegal dan menyita barang-barang ilegal bernilai lebih dari USD 23,6 juta. Barang-barang yang disita itu termasuk lebih dari 100 senjata, uang tunai dan emas senilai USD 3,6 juta, dan 2.000 bitcoin.


Tim gabungan itu juga menyita sejumlah perangkat penambang bitcoin dan mobil yang dibeli dari hasil penipuan asuransi kesehatan. Tak semua orang yang ditangkap disebut namanya, namun para tersangka itu berusia antara 21 sampai 34 tahun, termasuk beberapa orang asal New York dan California.

Penangkapan besar-besar ini tentu belum menjadi sebuah kemenangan atas berbagai tindakan ilegal yang ada di dark web. Terlebih lagi, dark web -- sesuai namanya -- adalah tempat yang sangatlah 'aman' dari penegak hukum, namun setidaknya operasi ini adalah sebuah awal yang bagus bagi pihak penegak hukum, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Rabu (27/6/2018).

Sebagai informasi, dark web adalah istilah untuk menyebut sisi gelap web yang tidak terjamah. Tidak sembarang orang bisa mengaksesnya, karena dibutuhkan kepiawaian khusus. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed