Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Satu Hewan Kebanggaan Australia Dinyatakan Punah, Sudah 40 Tahun Hilang

Satu Hewan Kebanggaan Australia Dinyatakan Punah, Sudah 40 Tahun Hilang


Aisyah Kamaliah - detikInet

Tikus Kesturi
Tikus kesturi kebanggan Australia yang dinyatakan punah setelah tidak terlihat selama 40 tahun. Foto: Wikimedia
Jakarta -

Salah satu tikus kesturi kebanggaan Australia dari Christmas Island dinyatakan punah. Pernyataan ini muncul setelah Crocidura trichura menghilang selama 40 tahun lamanya.

International Union for the Conservation of Nature (IUCN) atau Serikat Internasional Untuk Pelestarian Alam telah mengeluarkan ucapan ini pada Oktober 2025. Diketahui, Christmas Island memang menjadi rumah dari beberapa spesies unik yang tidak ditemukan di tempat lainnya.

Di Pulau Christmas ini, ada kepiting unik yang melakukan migrasi tahunan untuk bertelur. Termasuk juga burung booby Abbott yang tampilannya seperti dari dunia lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Meskipun hanya seekor tikus kecil, hewan ini pernah memiliki dampak besar pada lanskap Pulau Christmas. Para naturalis Eropa yang berkunjung pada tahun 1890-an mencatat bagaimana hewan kecil ini sangat umum ditemukan seluruh pulau.

"Pada malam hari suara cicitannya yang melengking, seperti tangisan kelelawar, dapat terdengar dari segala arah," deskripsi para naturalis.

Tetapi kemudian kedatangan mamalia lain mengubah segalanya.

Melansir IFLScience, tikus kesturi Pulau Christmas diperkirakan menjadi setidaknya spesies mamalia ketiga yang punah di pulau itu sebagai akibat langsung dari masuknya tikus hitam invasif oleh manusia sekitar 100 tahun yang lalu. Ia bergabung dengan tikus bulldog dan tikus Maclear asli, yang mungkin terpengaruh oleh parasit yang disebut trypanosoma yang dibawa oleh tikus hitam.

Masuknya ular serigala Asia pada tahun 1980-an mungkin telah menambah tekanan ekstra, dan diperkirakan bertanggung jawab atas hilangnya tikus pipistrelle Pulau Christmas dan beberapa reptil asli.

Hilangnya tikus kesturi Pulau Christmas menambah tren yang mengkhawatirkan di Australia. Hingga saat ini, Australia telah kehilangan 39 spesies sejak tahun 1788, yang mewakili sekitar 10% dari semua spesies mamalia daratnya.

"Hilangnya tikus kesturi ini merupakan pengingat akan besarnya tantangan untuk mencegah kepunahan lebih lanjut, beragamnya cara kepunahan ini dapat terjadi, perlunya memanfaatkan peluang untuk melindungi spesies langka, dan pentingnya komitmen nasional dan politik untuk mencegah kepunahan," tulis Profesor Biologi Konservasi di Charles Darwin University, John Woinarski, untuk The Conversation.

"Saya berharap tikus kesturi Pulau Christmas tidak punah; bagaimanapun juga, ia telah menentang seruan sebelumnya tentang kepunahannya. Mungkin di suatu tempat, keluarga kecil tikus kesturi yang tersembunyi masih bertahan, para penyintas yang sulit ditemukan, yakin akan keberadaan mereka sendiri dan menunggu untuk membuktikan bahwa para pesimis salah," lanjutnya.

Pembaruan Daftar Merah IUCN menyebutkan lima spesies lain yang juga dipindahkan ke kategori Punah, termasuk burung curlew berparuh ramping (Numenius tenuirostris), burung pantai migrasi yang terakhir kali tercatat di Maroko pada tahun 1995.




(ask/rns)





Hide Ads