Sabtu, 19 Mei 2018 06:04 WIB

Pasca Serangan Bom Surabaya, Facebook Temukan Ribuan Konten Terorisme

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Pasca serangan serangan bom yang terjadi di Surabaya beberapa hari yang lalu, Facebook menghapus ribuan konten bermuatan radikalisme dan terorisme yang muncul di platformnya.

Saat berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mengatakan, ditemukan ada 470 konten bermuatan terorisme. Namun, data yang terungkap pada Selasa (15/5) kemarin itu telah berubah, Ruben mengkonfirmasi bahwa saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan.

Kepastian itu berdasarkan penyisiran kembali yang dilakukan oleh tim Facebook pasca serangan serangan bom di Surabaya. Mengenai jumlah pastinya, Ruben tidak membeberkan secara mendetail.



"Kalau dari Kominfo itu sekitar 470 konten, kalau dari kita sendiri itu ada ribuan. Di luar itu, kami proaktif menyisir langsung konten-konten," ucapnya di kantor Facebook Indonesia, Gedung Capital Place, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Facebook pun membagi dua jenis klasifikasi mengenai konten yang terkait terorisme. Pertama, bila konten tersebut mengandung kekerasan, maka perusahaan teknologi ini tak segan-segan untuk langsung menendangnya dari platformnya.

"Kalau sifatnya menunjukkan gambar yang tidak layak dan mengandung kekerasan, di situ ada korban, kami pasti turunkan," kata Ruben.

Kemudian yang kedua, bila pengguna Facebook menampilkan konten terorisme, misalnya me-repost konten di mana itu sudah ditayangkan di media massa, Facebook tak lantas menurunkan konten yang dimaksud.

"Misalnya user repost video CCTV serangan di Surabaya, di mana itu sudah ada di media, itu tidak diturunkan tapi kami beri filter berupa mark as disturbing sebagai penanda, apakah pengguna mau melanjutkan akses konten itu atau tidak," tuturnya.

Pada kesempatan ini, Ruben kembali menegaskan bahwa Facebook sebagai platform media sosial terbesar di dunia, tak mentolerir adanya konten-konten negatif, khususnya yang mengandung radikalisme dan terorisme.

"Di Facebook tidak ada ruang untuk terorisme," tandasnya. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed