Selasa, 17 Apr 2018 15:59 WIB

Menakar Nasib Miliaran Data Penduduk Dunia yang Diraup Facebook

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi Facebook. Foto: GettyImages Ilustrasi Facebook. Foto: GettyImages
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor
Jakarta - Facebook mengungkapkan data apa saja yang mereka kumpulkan dari miliaran penduduk Bumi, serta bagaimana mereka memanfaatkannya.

Ketika dipanggil para senator Amerika Serikat pekan lalu, Mark Zuckerberg sempat dibombardir pertanyaan mengenai kebijakan layanan dan privasi pengguna, serta nasib data milik 87 juta data penggunanya yang disalahgunakan oleh Cambridge Analytica. Saat itu, Zuck belum memberi jawaban yang memuaskan para wakil rakyat Amerika Serikat.

Maka, pihak Facebook, yang diwakili oleh David Baser selaku Product Management Director, memberikan penjelasan mengenai apa saja data yang mereka kumpulkan. Selain itu, ia pun juga menjelaskan bagaimana Facebook memanfaatkan informasi mengenai miliaran penduduk dunia itu, baik pengguna jejaring sosial ini maupun bukan.



Baser menuliskan dalam blog resmi Facebook bahwa situs dan aplikasi yang menggunakan salah satu layanan jejaring sosisal tersebut akan mengirimi informasi untuk membuat konten dan iklan yang mereka miliki jadi lebih baik. Layanan itu sendiri terdiri dari Social Plugins, Facebook Login, Facebook Analytics, dan Facebook Ads and Measurement Tools.

"Saat kamu mengunjungi sebuah situs, perambanmu, seperti Chrome, Safari, atau Firefox, akan mengirim permintaan kepada server website tersebut. Peramban akan membagikan alamat IP sehingga situs akan mengetahui di mana lokasi kamu sehingga dapat memberikan konten sesuai dengan negara domisili kamu," tulisnya

"Tidak hanya itu, situs juga akan menerima informasi seperti peramban dan sistem operasi apa yang digunakan oleh user, mengingat setiap browser memiliki fitur yang berbeda-beda," tulis Baser menambahkan.

Ia juga mengungkapkan bahwa situs akan mendapat cookies yang mampu mengetahui apakah kamu sudah sempat mengunjunginya atau belum. Hal tersebut, misalnya, dapat membantu toko online dalam menyimpan barang di daftar belanjaan.

Kemudian, pria yang bergabung dengan Facebook pada 2011 lalu tersebut menerangkan bahwa sebuah situs biasanya mengirim dua hal kepada peramban, yaitu konten yang dimilikinya dan instruksi bagi browser untuk mengirim permintaan user kepada pihak lain yang menyediakan konten atau layanan di dalam website tersebut.

"Contohnya, ketika kamu menonton video dari YouTube lewat situs lain, maka website tersebut akan menginformasikan kepada peramban yang kamu gunakan untuk meminta YouTube menampilkan video tersebut kepada kamu, yang nantinya akan dilakukan oleh platform tersebut," tulisnya.

"Jadi, ketika sebuah situs yang kamu kunjungi menggunakan salah satu layanan kami, perambanmu akan mengirim informasi yang sama kepada Facebook sebanyak yang diterima oleh website tersebut. Selain itu, kami juga akan menerima informasi mengenai situs atau aplikasi apa saja yang kamu gunakan," tulis Baser melanjutkan.



Lalu, ia pun mengungkapkan bahwa terdapat tiga hal utama yang dilakukan Facebook dalam memanfaatkan informasi dari situs dan aplikasi pengguna layanan miliknya. Hal tersebut tercantum pada kebijakan privasi yang diakui oleh Baser sudah diperbarui agar lebih mudah untuk dibaca.

Ketiganya adalah menyediakan layanan kepada situs dan aplikasi yang bersangkutan, meningkatkan keamanan dan perlindungan di dalam Facebook, serta meningkatkan kualitas produk dan layanannya.

"Saya ingin memperjelas bahwa kami tidak menjual data orang-orang. Titik," pungkasnya.

Saksikan video 20Detik untuk mengetahui deadline DPR RI kepada Facebook Indonesia di sini:

[Gambas:Video 20detik] (fyk/rou)
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed