Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kisah Tragis Elizabeth Holmes, dari Wanita Terkaya ke Balik Jeruji

Kisah Tragis Elizabeth Holmes, dari Wanita Terkaya ke Balik Jeruji


Tim - detikInet

SAN FRANCISCO, CA - OCTOBER 06:  NBC News Special Anchor Maria Shriver (L) and Theranos Founder and C.E.O. Elizabeth Holmes speak onstage during
Elizabeth Holmes. Foto: Michael Kovac/Getty Images
Jakarta -

Elizabeth Holmes mencetak sejarah sebagai pendiri startup pengujian darah Theranos, yang membuatnya dinobatkan sebagai salah satu wanita terkaya di Amerika oleh Forbes di 2014. Visinya agar layanan kesehatan lebih mudah diakses semua orang.

Setelah memikat publik, laporan investigasi Wall Street Journal mengungkap alat tes Holmes ternyata tidak berfungsi. Didakwa atas penipuan dan dipermalukan di Silicon Valley, kisah Holmes didokumentasikan dalam buku Bad Blood: Secrets and Lies in a Silicon Valley Startup dan diadaptasi jadi miniseri Hulu tahun 2022, The Dropout.

Ia divonis bersalah atas penipuan dan saat ini menjalani hukuman di penjara. "Berada di sini rasanya seperti neraka dan siksaan," ujar Holmes mengenai masa penahanannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini, CNN melaporkan ia meminta Presiden Donald Trump untuk meringankan hukuman dan membebaskannya. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang Elizabeth Holmes.

Siapa Elizabeth Holmes?

Holmes lahir 3 Februari 1984 di Washington dari ibu Noel Anne Daoust, staf komite Kongres, dan ayah Christian Holmes, eksekutif Enron. Ia dibesarkan di Houston. Holmes berprestasi dan masuk ke Universitas Stanford jurusan teknik kimia di 2001. Ia drop out Maret 2004 dengan alasan ingin memulai bisnis sendiri.

ADVERTISEMENT

Bisnis itu menjadi Theranos, bertujuan merevolusi pengujian darah dengan perangkat bernama Edison. Holmes mengklaim teknologinya dapat melakukan tes komprehensif hanya dengan beberapa tetes darah, tak seperti tes darah tradisional. Theranos menjalin kesepakatan dengan Walgreens menempatkan alat tes darah di toko-toko, dan FDA menyetujui Theranos untuk tes herpes.

Dikutip detikINET dari People, antusiasme dan semangat Holmes membuatnya menjadi bintang di Silicon Valley. Ia terkenal karena seragam turtleneck hitamnya, serta ciri khas suara beratnya.

Theranos membanggakan jajaran investor seperti Rupert Murdoch, mantan Menteri Pendidikan Betsy DeVos, keluarga Walton, dan pendiri Oracle, Larry Ellison. Dewan direksi meliputi mantan Menlu Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri, Keuangan, dan Tenaga Kerja George Shultz, serta mantan Menhan Bill Perry dan James Mattis.

Musim gugur 2014, Theranos bernilai USD 9 miliar dan Forbes melaporkan Holmes adalah salah satu wanita terkaya berkat kepemilikan saham 50% di perusahaan tersebut.

Elizabeth HolmesElizabeth Holmes. Foto: Getty Images

Apa yang salah dengan tes darah Theranos?

Oktober 2015, jurnalis Wall Street Journal, John Carreyrou, melaporkan Theranos berbohong tentang keberhasilan alat tes darahnya dan sebenarnya menggunakan mesin pihak luar untuk melakukan sebagian besar tes darah.

Sehari setelah artikel itu diterbitkan, Theranos berhenti menggunakan botol pengumpul darahnya di tengah tekanan dari FDA kecuali untuk tes herpes. Bulan itu, FDA menyebut botol kecil khas Theranos sebagai perangkat medis yang tidak sah.

Holmes awalnya membantah klaim Wall Street Journal. "Inilah yang terjadi ketika Anda berupaya mengubah keadaan; pertama mereka menganggap Anda gila, lalu mereka melawan Anda, dan kemudian tiba-tiba Anda mengubah dunia," cetusnya.

Sebulan setelah laporan itu, rencana kontrak antara Theranos dan Safeway dibatalkan. Desember 2016, muncul lebih banyak laporan tentang kegagalan tes Theranos. Januari 2016, Centers for Medicare and Medicaid Services (CMS) menyatakan laboratorium Theranos di Newark, California, gagal memenuhi peraturan keselamatan.

Juni tahun yang sama, Walgreens mengumumkan kemitraan mereka berakhir. FDA juga melarang Theranos menggunakan wadah darah Nanotainer khas mereka. Bulan berikutnya, Wall Street Journal melaporkan CMS melarang Holmes memiliki atau mengoperasikan pusat pengujian darah apa pun selama dua tahun. Negara bagian Arizona kemudian menggugat Theranos untuk pengembalian dana pelanggan atas tes darah.

Apa tuduhan terhadap Elizabeth Holmes?

Juni 2018, Holmes dan mantan presiden Theranos (serta mantan pacar Holmes), Ramesh "Sunny" Balwani, masing-masing didakwa 11 tuduhan penipuan. Keduanya dituduh berbohong ke investor tentang teknologi tes darah Theranos serta menggunakan dokumen palsu, melebih-lebihkan finansial, dan memalsukan demonstrasi untuk mengamankan pendanaan meski Balwani dan Holmes dilaporkan mengetahui mesin mereka bermasalah.

Holmes mundur sebagai CEO Theranos menjelang pengumuman dakwaan dan Theranos bubar akhir tahun itu. Holmes mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan terhadapnya.

Persidangan Holmes, yang semula dijadwalkan pertengahan 2020, menghadapi penundaan termasuk karena seorang juri harus bepergian, kekhawatiran COVID-19, masalah teknologi di ruang sidang, dan kehamilan Holmes.

Persidangannya dimulai akhir 2021, di mana ia menuduh bahwa Balwani kasar, manipulatif, dan mengontrol, serta menimpakan sebagian besar kegagalan Theranos pada mantannya itu karena telah mengaburkan penilaiannya.

Januari 2022, juri memvonis Holmes bersalah atas tiga tuduhan penipuan dan dinyatakan tidak bersalah atas empat tuduhan penipuan. Juri tidak mencapai kesepakatan (hung jury) pada tiga tuduhan sisanya.

Berapa lama hukumannya?

November 2022, Hakim Edward Davila menjatuhkan hukuman 11 tahun tiga bulan penjara federal ke Holmes, diikuti tiga tahun pembebasan bersyarat. Hukumannya empat tahun lebih ringan dari 15 tahun yang diminta jaksa, namun jauh lebih lama dari 18 bulan plus masa percobaan dan layanan masyarakat yang didesak tim pembel.

Lebih dari 100 orang menulis surat kepada Hakim Davila meminta keringanan hukuman, termasuk Senator Cory Booker. Hukuman Holmes sejak itu dikurangi menjadi sembilan tahun karena berkelakuan baik. Ia diperkirakan bebas 30 Desember 2031.

Adapun Balwani dijatuhi hukuman 12 tahun 11 bulan penjara federal. Pada April 2023, Balwani mulai menjalani hukumannya di FCI Terminal Island di San Pedro, California.

Banding dan Penjara

April 2023, Holmes mengajukan banding atas vonis tidak adil. Ia meminta tetap di luar penjara selama proses banding, namun Hakim Davila menolaknya. Jaksa menuduh Holmes berisiko melarikan diri dengan dugaan ia membeli tiket sekali jalan ke Meksiko dan bandingnya akhirnya ditolak.

Holmes dan suaminya William Evans menyambut anak kedua mereka di antara waktu penjatuhan hukuman dan pengajuan bandingnya. Ia mulai menjalani hukuman 30 Mei 2023, di fasilitas pemasyarakatan wanita keamanan minimum, Federal Prison Camp Bryan di Texas.

Evans sempat difoto saat mengunjungi Holmes bersama anak-anak mereka untuk ulang tahun ke-40 awal Februari 2024. Camp Bryan mengizinkan Holmes dikunjungi keluarganya dua kali seminggu.

Pada Januari 2026, dikonfirmasi bahwa Holmes telah meminta pengampunan kepada Trump, meskipun Gedung Putih belum berkomentar apakah mereka berencana mengabulkannya atau tidak.




(fyk/fyk)






Hide Ads