Kamis, 08 Mar 2018 13:37 WIB

Menkominfo Ungkap Alasan Twitter dkk Tak Diblokir Seperti Tumblr

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Menkominfo Rudiantara bicara penanganan hoax di Rakernis Bareskrim Polri. (Kanavino-detikcom) Foto: Menkominfo Rudiantara bicara penanganan hoax di Rakernis Bareskrim Polri. (Kanavino-detikcom)
Jakarta - Pemblokiran Tumblr oleh pemerintah dinilai cukup mengejutkan karena sebelumnya situs microblogging itu tidak masuk daftar pemerintah soal adanya konten negatif. Mengenai hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membeberkan platform internet yang paling 'nurut' di Indonesia.

"Saya buka sekarang. Kami punya catatan siapa yang kooperatif dan tidak platform-nya," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Jakarta.

"Kalau yang kooperatif, saya mohon dukungan mau diapain, yang tidak kooperatif, itu mau diblok atau dibiarkan? Jadi, jangan salahkan saya terus dan teman-teman kalau mau mengeblok," ucapnya menambahkan.

Dalam catatan Kominfo yang dipaparkan, terdapat tabel performa dari berbagai layanan Over The Top (OTT) yang terkait pelaporan konten negatif dan seberapa besar penanganannya. Catatan tersebut terhitung sejak tahun 2016 dan 2017.

Platform yang tercantum, mulai dari Facebook + Instagram, Twitter, Google + YouTube, Telegram, Line, BBM, Bigo, Live Me, dan MeTube. Sebagai informasi penggabungan Facebook + Instagram, dan Google + YouTube ini karena satu perusahaan.

"Tahun 2016 dari permintaan Kominfo kepada Facebook + Instagram ada 501 akun untuk di-suspend dan di-takedown itu dipenuhi 249. Artinya, setengahnya atau 50%. Di 2017, membaik dari 806 yang outstanding 277. Secara keseluruhan, dari 1300 akun bermasalah, yang outstanding atau yang belum di-takedown sampai saat ini 40%," tuturnya.

Guna memudahkan membaca tabel OTT Performance ini, R = Request, F = Fulfilled, OS = Outstanding. Semakin rendah persentase yang diberikan, itu menandakan bahwa platform layanan internet tersebut menganani konten negatif di dalamnya.

Dalam hal ini, Twitter menjadi platform yang paling patuh dibandingkan lainnya yang mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, meski jumlah pelaporan di media sosial berlogo burung itu paling banyak diantara platform lainnya.

Platform Internet yang Paling Patuh di IndonesiaTabel yang menunjukkan seberapa besar platform OTT melakukan penanganan konten negatif ditempatnya. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto


(agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed