Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cina Terapkan 'Wajib Daftar' Situs Web

Cina Terapkan 'Wajib Daftar' Situs Web


- detikInet

Jakarta - Cina makin ketat mengatur Internet. Akhir Mei, semua situs web di negeri itu harus mendaftarkan diri ke Kementerian Informasi Cina. Kalau tidak? Siap-siap dibredel! Langkah ini diambil pemerintah Cina untuk mencegah situs-situs penipuan dan terjadinya aktivitas 'tidak sehat' yang semarak di internet. "Jika situs-situs tersebut tidak mendaftar juga hingga Juni, maka akan diperintahkan untuk segera menghentikan operasinya di Cina," tutur salah seorang pegawai Biro Komunikasi Beijing, seperti yang dilansir Reuters dan dikutip detikinet Senin (30/5/2005).Sebetulnya hal ini sudah mulai digencarkan bulan Maret 2005. Dimulai dengan penerbitan nomor registrasi bagi seluruh situs yang berbasis di Cina. Termasuk diantaranya, situs komersial, situs pemerintahan, dan situs-situs pribadi. Menurut pemberitaan Sohu.com yang dilihat oleh detikinet, ada seratus ribu lebih situs yang diharapkan mendaftar. Kebijakan pemerintah Cina ini didasarkan pada niat untuk menahan situs-situs 'nakal' seperti pornografi dan situs-situs anti pemerintah.Bahkan, pemerintah Cina juga menganjurkan warganya yang menggunakan warung internet (warnet), untuk mendaftar sebelum masuk ke dunia maya. Sementara itu, situs-situs tertentu telah menandatangani kesepakatan kode etik untuk tidak menyebarkan konten-konten 'tidak jelas' di situs mereka.Pemerintah Cina meramalkan negara tirai bambu itu akan memiliki 120 juta pengguna internet akhir tahun 2005. Jumlah ini merupakan peningkatan yang signifikan sebesar 28 persen. Sebelumnya, pada akhir 2004 pengguna internet di Cina adalah 94 juta orang.Mungkin hal ini disebabkan oleh perkembangan pesat populasi online di Cina. Dari yang tadinya hanya sekitar 620.000 orang tahun 1997, kini Cina adalah pasar terbesar kedua untuk sektor internet di dunia setelah Amerika Serikat. Demikian menurut kantor berita Xinhua. Dilema yang sekarang tengah dihadapi Cina cukup membingungkan. Di satu pihak, Cina butuh internet karena dapat membantu perkembangan ekonominya di abad 21 ini. Namun di sisi lain, mereka khawatir akan kemungkinan penyalahgunaan internet. Terutama akses ke situs-situs yang dianggap merusak.Disinyalir, tahun lalu ada 12.000 warung internet yang ditutup. Alasannya, mereka memperbolehkan akses ke situs porno dan sebagian lagi karena mereka belum terdaftar. (wsh/)







Hide Ads
LIVE