Kamis, 25 Mei 2017 17:37 WIB

Tuntaskan Polemik Corbec, Kominfo Kerahkan Ahli Bahasa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Pemerintah akan mengerahkan ahli bahasa dalam menerjemahkan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait polemik PT Corbec Communication (Corbec).

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Muhammad Imam Nashiruddin. Diketahui BRTI ini adalah regulator telekomunikasi di Indonesia 'dibawah naungan' Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Terbaru, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dilaporkan ke Presiden Joko Widodo karena mengabaikan rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Menkominfo menjawab bahwa ia memegang teguh putusan dari MA terkait Corbec.

"Kementerian Kominfo akan memanggil ahli bahasa untuk menerjemahkan putusan MA," ucap Imam kepada awak media beberapa waktu lalu di Kementerian Kominfo, Jakarta.

"Apa yang dilakukan Kominfo adalah eksekutorial, eksekusi putusan dari MA, tidak lebih dari itu. Kami tidak ingin beropini, kami hanya melaksanakan apa yang dikatakan MA dan ini sifatnya eksekutorial yang khusus berlaku untuk Corbec saja," tuturnya.

Kominfo memberikan spektrum di frekuensi 3,3 GHz bukan di 2,3 GHz karena sesuai dengan putusan MA untuk memberikan Corbec yang cakupan nasional. Sebab pada frekuensi 3,3 GHz bisa dimanfaatkan untuk skala nasional.

"Dari dulu Corbec ada di 3,3 GHz untuk cakupan Jakarta dan Jawa Barat, di frekuensi itu juga Corbec cakupannya bisa nasional. Logikanya secara umum, di 2,3 GHz itu gak masuk akal karena existing di Jakarta dan Jawa Barat, di 3,3 GHz itu bisa dipakai untuk nasional," jelasnya.

"Untuk memastikan kami akan memanggil ahli bahasa kalau kita tidak salah langkah," pungkasnya.

Pendapat yang sama juga dikatakan oleh Ismail, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo.

"Kominfo hormati rekomendasi Ombudsman, tapi kami tetap berpegang teguh pada putusan MA," ujarnya di lain kesempatan. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed