Perebutan menjadi penentu standar SIM card nano antara Nokia melawan Apple masih panjang. European Telecommunications Standards Institute (ETSI), lembaga berwenang yang menguji desain SIM card nano menunda keputusannya hingga Mei.
Sejatinya, keputusan mengenai desain siapa yang digunakan sebagai standar industri telekomunikasi, diumumkan akhir pekan silam. Namun ETSI menundanya dengan alasan masih harus mempertimbangkan dengan sangat hati-hati menentukan desain terbaik.
Seperti diketahui, ada dua proposal desain chip yang diajukan ke ETSI, yakni dari Nokia dan Apple. Tak dinyana, pengajuan proposal ini menjadi rumit dan disertai perdebatan panjang antar dua raksasa teknologi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ETSI memutuskan untuk membicarakan proses yang tengah berlangsung ini. Pertemuan berikutnya akan dimulai pada 31 Mei di Osaka, Jepang," tulis ETSI dalam pernyataannya.
Seperti diketahui, Apple sangat agresif memperjuangkan desain SIM card nano miliknya agar menjadi standar di industri telekomunikasi. Meski masih dalam proses, Apple sudah berani sesumbar akan menggartiskan paten tersebut bagi siapa saja.
Nokia yang menjadi rivalnya dalam perebutan ini, menanggapi dengan sinis. Disebutkan pembesut ponsel asal Finlandia ini, desain SIM card nano yang diklaim besutan Apple hanya akan memberikan keuntungan teknis secara signifikan bagi perusahaan peninggalan Steve Jobs itu.
"Kami tidak tertarik. Pengajuan Apple untuk lisensi desain SIM card nano gratis tak lebih dari sekadar upayanya merendahkan properti intelektual perusahaan lain," kata Nokia kala itu.
(rns/eno)