Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sony Disomasi Sony
Sony AK Diminta Rahasiakan Pertemuan
Sony Disomasi Sony

Sony AK Diminta Rahasiakan Pertemuan


- detikInet

Jakarta - Sony Arianto Kurniawan, blogger pemilik situs sony-ak.com yang kena masalah karena nama domainnya punya embel-embel "Sony", ternyata sempat diminta untuk merahasiakan pertemuannya dengan Sony Corp Jepang. Kenapa?

"Ada request soalnya untuk tidak ada media yang tahu dulu," cerita Sony AK dalam perbincangannya dengan detikINET, Rabu (17/3/2010).

Ia tak mau menceritakan alasan mengapa pertemuan yang berlangsung di Hotel Shangrila kemarin, antara dirinya dan perwakilan Trademark Sony Corp Jepang -- yang dimediasi oleh Sony Indonesia -- tidak boleh diungkap ke media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sony AK juga mengakui masalah ini belum selesai. Sebab, somasi yang dilayangkan oleh kuasa hukum Sony Corp di Indonesia -- Hadiputranto Hadinoto & Partners (HHP) -- belum resmi dicabut.

"Tapi dalam beberapa hari ke depan ini akan clear. Kita tunggu saja rilis dari Sony Corp, yang jelas pihak mereka lagi finalisasi masalah ini," harap dia dengan nada sumringah.

Blogger yang juga mantan wartawan teknologi informasi di sebuah majalah itu, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, nama domain "Sony" miliknya tetap bisa dipertahankan. "Domain akan tetap lanjut dan aku akan tetap menulis lagi."

"So, bagi Sony Corp ok, bagi Sony Indonesia ok, bagi Sony AK ok karena bisa tetap menulis, dan bagi komunitas juga ok karena tetap bisa membaca tulisan-tulisanku via sony-ak.com," lanjut dia.

Sony AK sendiri tak mau membahas tentang permintaan Sony Corp soal beberapa perbaikan yang diminta, seperti memperkuat disclaimer tentang tidak adanya keterlibatan antara situsnya dengan situs milik Sony Corp, serta soal rekonstruksi logo yang dinilai mirip dengan logo Sony Corp.

"Kita tunggu saja dari Sony Corp, yang jelas pihak mereka lagi finalisasi masalah ini," elak pria yang biasanya humoris ini.

Ia pun tak mau membicarakan kemungkinan domain situsnya dibeli oleh Sony Corp kemudian hari. Menurut hitung-hitungan Sony AK, trafik situsnya langsung melesat 200 kali lipat dibanding sebelumnya sejak kasus ini ramai dipergunjingkan.

"Setelah aku hitung pakai kalkulator, naik 200 kali lipat. Cuma ya trafik tinggi buat apa, wong aku nggak pakai adsense," jelas Sony AK yang tak mau cari kesempatan dalam kesempitan dari kasus ini.

Sony AK mendadak jadi tenar lantaran nama "Sony" yang melekat di situs pribadinya, sony-ak.com, dipermasalahkan oleh kuasa hukum Sony Corp. Ketika dihadapkan oleh dua pilihan sulit: melepas nama "Sony" atau diseret ke meja hijau, simpati pun tak henti-henti datang padanya.

Dalam sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: "Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!", Sejauh ini sudah lebih dari 14 ribu orang yang mendukung Sony AK lewat grup itu. Selain dukungan moril, ada juga yang menyuarakan boikot dan berniat mensomasi balik Sony Corp.

Tak ingin masalah berlarut dan kian keruh, pihak Sony Indonesia pun akhirnya berinisiatif menggelar mediasi dengan melibatkan seluruh pihak, kecuali kuasa hukumnya yang sudah diberhentikan untuk menangani kasus ini.

Meski masalah sudah dianggap damai, kasus ini masih belum selesai. Baik Sony Corp maupun Sony AK masih harus menunggu klarifikasi dari kuasa hukum tersebut. Sebab, HHP yang dianggap sebagai biang keladi masalah ini dengan mengirimkan somasi lewat surat sans prejudice. Hingga saat ini, pihak HHP belum memberikan klarifikasi. (rou/ash)




Hide Ads