Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BSA: Software Bajakan Bukan Soal Harga, Tapi Budaya

BSA: Software Bajakan Bukan Soal Harga, Tapi Budaya


- detikInet

Jakarta - Geliat software bajakan di Indonesia yang tak kunjung ada habisnya dinilai bukan karena masalah harga jual software asli yang mahal. Namun lebih didasarkan oleh budaya bangsa ini yang terbiasa membeli software bajakan.

Demikian penilaian dari Roland Chan, Senior Director Marketing Business Software Alliance (BSA) Asia Pasifik ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (15/12/2009). BSA sendiri adalah organisasi nirlaba yang menaungi para vendor software dalam memerangi pelanggaran hak cipta.

"Harga bukanlah alasan yang dijadikan isu utama dalam maraknya software bajakan di Indonesia. Namun lebih ke persoalan budaya yang harus diubah," tukasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, harga software resmi yang dibanderol para vendor tersebut sudah bisa dibilang kompetitif. Jadi tidak bisa dikatakan juga bahwa software resmi itu identik dengah harga mahal.

"Jika Anda bicara soal harga, para produsen ini rasanya sudah menawarkan harga yang kompetitif untuk bersaing dengan vendor lain secara global," lanjutnya.

Hanya saja, penilaian dari Roland tersebut terkesan berseberangan dengan apa yang disampaikan oleh Kapolda Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono.

Sebab menurut Kapolda, dari berbagai macam pemicu pembajakan keping digital, salah satu yang paling berpengaruh adalah masih besarnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Dengan kata lain, harga yang ditawarkan oleh para vendor pembuat software dianggap masih kelewat tinggi dari daya beli masyarakat. Setidaknya, harga masih memegang peranan.
(ash/faw)




Hide Ads