Sebagian besar game modern kini dirancang untuk pasar global dan sudah dibekali lokalisasi bahasa Inggris. Namun, banyak game retro asal Jepang yang hingga kini masih terkunci bahasa dan sulit diakses pemain internasional.
Sebuah proyek open-source bernama Interpreter mencoba menjembatani masalah tersebut dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (9/1/2026).
Interpreter dikembangkan oleh Bertrand Quenin dan dirancang untuk menerjemahkan teks game retro Jepang secara real-time. Tool ini mampu menangkap teks Jepang dari hampir semua jendela game di layar, melakukan optical character recognition (OCR) secara langsung, lalu menampilkan terjemahan bahasa Inggris di atas game yang sedang berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan utama Interpreter adalah seluruh prosesnya berjalan secara offline. OCR dan penerjemahan dilakukan langsung di perangkat pengguna tanpa bergantung pada layanan cloud atau API berbayar. Dengan begitu, Interpreter bersifat gratis sekaligus lebih aman dari sisi privasi, karena teks yang ditangkap tidak dikirim ke server mana pun.
Terjemahan ditampilkan melalui dua mode overlay, yakni banner mode yang bekerja seperti subtitle, serta in-place mode yang menempatkan teks bahasa Inggris langsung di atas tulisan Jepang asli di dalam game.
Interpreter memanfaatkan dua proyek open-source lain sebagai fondasi teknologinya. Proses OCR ditangani oleh MeikiOCR, yang dirancang khusus untuk mengekstrak teks Jepang dari video game. Sementara penerjemahannya menggunakan model bahasa besar Sugoi V4, yang berfungsi mengonversi karakter Jepang ke bahasa Inggris.
Tool ini mendukung sistem operasi utama seperti Windows, Linux, dan macOS. Untuk pengguna Windows, instalasi dilakukan melalui skrip PowerShell berbasis Python. Pengembang mengingatkan bahwa akurasi OCR pada penggunaan awal bisa bervariasi dan proses peluncuran pertama kali cenderung lambat. Namun, setelah model OCR dan bahasa disimpan secara lokal serta pengaturan disesuaikan, performa biasanya menjadi lebih stabil.
Sejumlah pengguna awal menilai Interpreter sebagai proyek yang menjanjikan, meski masih menghadapi keterbatasan kompatibilitas dan keandalan. Beberapa pihak menyarankan agar tool ini diintegrasikan langsung ke emulator sebagai plugin agar lebih praktis. Saat ini, Interpreter dilaporkan dapat berjalan pada emulator PS3 RPCS3, meski masih terbatas pada mode windowed.
Sebelumnya, sudah ada beberapa tool penerjemah otomatis game Jepang, namun sebagian bergantung pada layanan online dan tidak bisa berjalan offline. Sementara itu, terjemahan buatan komunitas di situs seperti Romhacking.net masih menjadi solusi paling akurat untuk banyak judul retro. Meski demikian, Interpreter dinilai membuka jalan baru bagi aksesibilitas game retro Jepang dengan pendekatan AI yang lebih praktis dan privat.
(asj/asj)