Ini Dia 4 Jalur Seleksi Pelatih dan Atlet Pelatnas Sea Games 2021

Ini Dia 4 Jalur Seleksi Pelatih dan Atlet Pelatnas Sea Games 2021

Panji Saputro - detikInet
Kamis, 24 Feb 2022 19:11 WIB
PB ESI Ungkap Proses Pemilihan Pelatih dan Atlet Pelatnas Sea Games 2021
PB ESI Ungkap Proses Pemilihan Pelatih dan Atlet Pelatnas Sea Games 2021 (Foto: Pelatnas Sea Games Hanoi 2021)
Jakarta -

Ketua Seleksi Nasional, Christian Suryadi, mengungkapkan proses pemilihan pelatih dan atlet yang untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Esports SEA Games Hanoi 2021. Ada pula kriteria perekrutannya.

"Dari mana atlet bisa join ke Pelatnas kita? Jadi ada empat jalur, melalui prestasi, lalu dari rekomendasi pilihan coach, jalur kualifikasi turnamen nasional dan juara PON Eksibisi Papua," ungkap Suryadi, dikutip detikINET dari konferensi pers Pelatnas Esports Sea Games 2021, Kamis (24/4/2022).

Suryadi juga menjelaskan, untuk tahapan-tahapan pemilihan pelatih, dimulai sejak 12 - 20 Januari secara online. Di mana para calon yang terdaftar, mengirimkan CV dan program mereka. Lalu pada tanggal 21 dan 22 Januari, tim seleknas sudah melakukan penilaian yang juga mengacu pada pencapaian.

"Terkait cara pemilihan tim seleknas, mengundang atlet berdasarkan prestasi. Kurang lebih serupa. Tetapi di sini pertama, sesudah menyatukan anggota seleknas dari berbagai latar belakang, mereka diminta untuk mengumpulkan dan mencari rekam jejak atlet 1 tahun terakhir," ujar Suryadi.

"Kemudian memaparkan ke badan tim nasional. Lalu di sana lah kita melakukan penilai, untuk tim-tim terbaik atau yang sudah memiliki prestasi," tambahnya.

Sedangkan dari jalur kejuaraan nasional, sudah dibuka sejak 4-20 Februari 2022. Di mana kompetisi sendiri sudah berakhir dan terpilih juara-juara dari game yang dipertandingkan.

Para atlet dan pelatih yang terpilih nantinya, akan mengikuti pemeriksaan fisik dan mental terlebih dulu. Sebelum akhirnya diikutsertakan dalam karantina, untuk program pelatihan intensif yang mencakup kemampuan teknis, fisik, psikologi, mental, strategi, analisis, hingga nutrisi.

Sementara itu, Markus Othniel Mamahit, Wakil II Sekjen Koni Pusat, meminta kepada manajer dan pelatih, untuk memperhatikan bahwa cabang yang masuk kategori ini, sepenuhnya membutuhkan jam terbang.

"Apakah atlet yang disiapkan dengan 10 nomor game sini, sudah terukur? Dalam arti teknik dan skill. Lalu kondisi fisik, psikologi, mental dan nutrisi. Jadi kita tidak melihat satu aspek parameter saja, jadi ada parameter lain," ujar Markus.

Menurutnya, satu emas dari cabang esports sangat berarti, dibandingkan memperoleh 10 perak maupun 50 perunggu. Karena bisa meningkatkan ranking Indonesia ke posisi yang lebih tinggi.

"Tapi dari 10 nomor ini, dapat satu emas saja sudah prestasi. Jadi ini yang perlu ditingkatkan dari SEA Games Filipina menuju Vietnam," ujarnya.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah IESF World Championship 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)