Waduh! Ada Adegan Dewasa di Sakura School Simulator

Waduh! Ada Adegan Dewasa di Sakura School Simulator

Panji Saputro - detikInet
Jumat, 14 Jan 2022 08:58 WIB
Awas! Ada Adegan Dewasa di Sakura School Simulator
Awas! Ada Adegan Dewasa di Sakura School Simulator (Foto: Screenshot Sakura School Simulator)
Jakarta -

Game Android dan iOS berjudul Sakura School Simulator terciduk memuat beberapa adegan dewasa. Tak hanya memeluk dab berciuman, bahkan ada adegan yang menyerupai gerakan hubungan intim dari dua karakter..

Adalah Youtuber San Gaming yang mengungkap hal tersebut. Dia pun membagikan pengalaman pribadinya dalam melakoni semua aktivitas tersebut. Di dalam sebuah kamar, sang pemain mulai memperagakan posisi yang sesuai dengan adegan seks pada umumnya.

Melalui fitur yang ditawarkan pengembang, San mulai mengatur sedemikian rupa, agar terlihat seperti hubungan badan. Dimulai dengan sebuah ciuman, kemudian dilanjut pelukan hingga berakhir kedua karakter pria dan wanita itu tidur di ranjang.

Hanya saja, berdasarkan pengalaman detikINET mencobanya, untuk bisa melakukan adegan ciuman harus memiliki status sebagai pacar. Jika baru sekedar teman saja, maka secara otomatis akan ditolak oleh lawan bicara.

Hal mengkhawatirkannya, Sakura School Simulator juga dapat diakses oleh anak-anak. Meskipun batas usia yang direkomendasikan 18+ di Google Play Store dan 12+ di App Store, si kecil masih tetap bisa menikmatinya. Belum lagi jika handphone yang digunakan untuk meng-install milik orang tua.

Menampilkan adegan dewasa seperti ini di dalam game, bukan pertama kali terjadi. Karena pada permainan besutan Roblox Corporation berjudul Roblox, ada beberapa pemain bisa melakukannya dengan mudah.

Seperti yang dibeberkan oleh Olympus Stuff di channel Youtube-nya. Ia memergoki aktivitas tidak wajar dari dua gamer, di mana masing-masing menggunakan avatar pria dan wanita. Kemudian keduanya mulai menjalankan aksinya, mulai dari berbincang hingga membuka pakaian karakter mereka.

Roblox sendiri merupakan game online, yang menjadi tempat beraksi para predator seksual. Seperti seorang anak berusia 11 tahun di Somerset, Inggris, di mana menjadi sasaran pelaku. Sang korban dihubungi melalui fitur percakapan online yang disuguhkan pengembang.

Predator seks tersebut mengintimidasi anak itu, untuk mengirim sebuah video seksual. Dengan memberikan ancaman, bahwa keluarganya akan dirugikan jika tidak menuruti apa yang dimintanya.

Tonton juga Video: Resident Evil Village Raih Game of The Year Steam Awards 2021

[Gambas:Video 20detik]



(hps/afr)