Game Call of Duty: Vanguard Dianggap Hina Islam

Game Call of Duty: Vanguard Dianggap Hina Islam

Tim - detikInet
Jumat, 12 Nov 2021 18:12 WIB
Ini Tanggal Rilis, Tes Alpha dan Beta Game Call of Duty: Vanguard
Call of Duty: Vanguard Dikritik Karena Konten yang Dianggap Hina Islam Foto: (callofduty.com)
Jakarta -

Call of Duty: Vanguard, game terbaru dari seri Call of Duty, dikritik gamer Muslim karena menampilkan lembaran Al Quran berserakan di salah satu petanya. Activision selaku publisher Call of Duty: Vanguard langsung meminta maaf di media sosial.

Beberapa gamer mengunggah screenshot dari game Call of Duty: Vanguard di media sosial yang memperlihatkan lembaran Al Quran berserakan di lantai dan terkena percikan darah. Lembaran Al Quran tersebut ditemukan di salah satu lokasi di peta Zombies.


Screenshot di atas diambil saat kampanye Der Anfang, di mana pemain harus membunuh tentara zombie dari berbagai negara. Lokasi yang ditampilkan ini berlatar belakang Stalingrad saat Perang Dunia II.

Melihat konten yang dianggap tidak sensitif dan menghina Islam, gamer dan developer game Muslim langsung mengkritik Call of Duty: Vanguard di media sosial dan bahkan mengancam boikot.

Beberapa di antaranya geram melihat lembaran Al Quran berserakan di lantai, di mana karakter di dalam game bisa menginjak halaman kitab suci itu.

Activision selaku publisher Call of Duty: Vanguard langsung meminta maaf lewat akun Twitter Call of Duty Timur Tengah. Mereka mengatakan konten itu kini telah dihapus dari game.

"Call of Duty dibuat untuk semua orang. Ada konten tidak sensitif terhadap komunitas Muslim yang secara salah dimasukkan pekan lalu, dan sekarang sudah dihapus dari game," tulis Activision dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Kotaku, Jumat (12/11/2021).

"Itu seharusnya tidak pernah muncul di dalam game. Kami memohon maaf sebesar-besarnya. Kami segera mengambil langkah internal untuk mengatasi situasi untuk mencegah kejadian seperti itu di masa depan," sambungnya.

Mode Zombie di Call of Duty: Vanguard dikembangkan oleh Treyarch. Sementara itu kampanye dan mode multiplayer standar ditangani oleh Sledgehammer Games.

Ini bukan pertama kalinya Call of Duty dihujani kritik karena memasukkan konten yang dianggap menghina Islam. Di seri Call of Duty: Modern Warfare 2, terdapat lukisan yang berisi kutipan Nabi Muhammad.

Lukisan itu digantung di kamar mandi di peta multiplayer Favela. Activision kemudian meminta maaf dan menghapus peta itu dari game.



Simak Video "Battle Pass Terbaru di Season 10 CODM"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)