5 Skandal Terkelam di Dunia Esports

5 Skandal Terkelam di Dunia Esports

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Rabu, 27 Jan 2021 06:15 WIB
Sejarah Esports: Ilustrasi Esports
Ilustrasi pertandingan esports (Dot Esports)
Jakarta -

Esports saat ini memang terlihat sebagai industri yang gemilang. Namun siapa sangka, ada banyak skandal oknum yang mencoreng dunia esports.

Nilai hadiah turnamen yang besar hingga gengsi untuk menjadi yang terbaik membuat esports tak hanya kompetitif, namun juga menggiurkan bagi para gamers. Bahkan, berdasarkan laporan Newszoo, pada 2019 bisnis game mencapai pendapatan sekitar USD 152 miliar. Pendapatan ini berasal dari hasil penjualan game, special items, hingga iklan.

Sayangnya, di balik besarnya industri esports, ada oknum-oknum yang mencoreng sportivitas esports. Mereka menciptakan skandal besar yang menarik perhatian publik. Berikut ini beberapa skandal yang pernah terjadi di industri esports.

1. Skandal percintaan

Hubungan percintaan seseorang sebenarnya menjadi ranah privasi, namun berbeda bagi para atlet esports. Gerak-gerik mereka selalu dipantau dan dibicarakan layaknya selebritas. Seperti atlet esports asal Tiongkok, Huanfeng, yang menjadi pembicaran baru-baru ini komunitas League of Legends. Setelah membawa timnya menjadi finalis Worlds 2020, skandal perselingkuhannya terbongkar di media sosial Weibo. Diduga, AD Carry dari tim Suning Gaming ini selingkuh selama pergelaran kejuaraan dunia tersebut.

Makin panasnya isu tersebut, Suning Gaming pun menarik Huanfeng dari kompetisi League of Legends All-Star 2020 yang digelar pada 18-20 Desember 2020.

Di Indonesia, skandal mantan atlet esports Listy Chan juga menarik perhatian publik. Listy yang sekarang menjadi brand ambassador XCN Gaming sempat mendapatkan hujatan terkait skandal perselingkuhannya. Akibatnya, tim yang menaunginya saat itu harus memberhentikannya.

2. Skandal perjudian dan match fixing

Atlet Esports Alexi 'Solo' BerezinAtlet Esports Alexi 'Solo' Berezin Foto: (Liquipedia)

Skandal perjudian paling menghebohkan di DotA 2 adalah kasus "'322' yang dilakukan oleh Alexi 'Solo' Berezin. Pemain asal Rusia tersebut sengaja mengalah untuk mendapatkan uang sebesar US$322 dari situs judi. Komunitas DotA 2 pun menjadikan '322' sebagai meme untuk tim yang tidak bermain bagus atau sengaja mengalah.

Tim DotA 2 asal Indonesia, Mahameru, ternyata juga pernah terlibat perjudian dan melakukan match fixing. Mereka yang mengikuti ajang Join Dota League 2015 sengaja mengalah untuk memenangkan taruhan yang mereka pasang kepada tim lawan. Para pemain yang terlibat dijatuhi hukuman larangan bermain selama satu tahun.

Sementara itu, di Korea Selatan skandal perjudian terjadi dalam game StarCraft. Pada 2009, sAviOr menjadi agen antara pemain pro dan publik yang ingin menyuap untuk kalah dalam kompetisi StarCraft: Brood War. Kasus yang hampir mirip hadir kembali dalam game StarCraft II. Life sebagai pemain profesional menerima 70 juta Won untuk mengalah dalam dua pertandingan.

Halaman selanjutnya: skandal cheat dan mismanajemen...