Kamis, 12 Mar 2020 15:41 WIB

Bermacam Reaksi saat E3 2020 Batal karena Virus Corona

Rachmatunnisa - detikInet
E3 Foto: Istimewa
Jakarta -

Electronic Software Association (ESA) resmi mengumumkan pembatalan Electronic Entertainment Expo (E3) 2020 karena mewabahnya virus corona. Keputusan ini tentu saja membuat para fans gaming, developer, media, dan banyak pihak terkait di industri gaming melewatkan acara game terbesar tersebut tahun ini.

"Setelah berkonsultasi dengan penuh pertimbangan bersama seluruh tim mengenai kesehatan dan keselamatan semua orang di industri ini, termasuk para penggemar game, tim kami sendiri, peserta pameran, dan mitra E3, dengan berat hati kami harus putuskan untuk membatalkan E3 2020," demikian pernyataan ESA.

Seperti dikutip dari GameSpot, bermacam reaksi pun ditunjukkan, mulai dari kecewa, sedih, hingga rasa simpati karena acara yang dinantikan ini harus batal.

1. Developer dan Publisher

Sejumlah developer dan publisher game membagikan respons mereka di Twitter terkait pembatalan ini. Banyak dari mereka yang sudah menjanjikan akan menguak informasi tentang game terbaru di E3 2020.

Sementara itu, sebagian lainnya mengekspresikan rasa simpati mereka terhadap pihak yang tidak bisa memamerkan karya dan kerja keras kepada khalayak. E3 selama ini menjadi panggung bagi banyak developer dan publisher untuk memperlihatkan sesuatu yang baru dari dapur mereka.

2. Media

E3 adalah event besar tempat berkumpulnya orang-orang di industri game. Ada banyak perencanaan dan koordinasi lahir dari pertemuan di event ini, menghasilkan konten yang bisa dinikmati banyak orang.

Bagi media sendiri, E3 jadi ajang khusus untuk bisa bertemu dengan teman dan kolega dari seluruh industri game. Acara seperti ini juga adalah kesempatan besar untuk menjalin koneksi, pertemanan baru, dan memperluas komunitas. Tidak ada E3 rasanya seperti kehilangan kesempatan untuk melihat teman-teman di ranah ini.

3. Fans gaming

E3 sering disebut sebagai 'Gamer Christmas' alias Natalannya atau ibarat hari raya besar bagi para gamer. Karena di event ini, ada banyak momen, spekulasi, termasuk intrik, yang menyebabkan semua gamer tak sabar mengetahui kabar-kabar terbaru dari ajang ini.

Meskipun pembatalan dilakukan karena alasan yang memang masuk akal, tetap saja para gamer dan fans gaming merasa kecewa dan kehilangan. Beberapa orang ada yang optimistis kekecewaan ini akan terbayar di E3 2021.



Simak Video "Indonesia Masuk 10 Negara Paling Banyak Ngetweet soal Game"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)