Kamis, 07 Sep 2017 19:58 WIB

Strategi Vainglory di Tengah Persaingan Ketat Game MOBA

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Meski lebih dulu dirilis, baik secara global maupun di Indonesia, game Vainglory sekarang masih kalah pamor dengan dua game serupa. Walau demikian, pihak Super Evil Megacorp selaku developer sangat percaya diri bisa bersaing.

Ketika ditanya strateginya, General Manager Super Evil Megacorp Taewon Yun mengatakan jika strategi yang paling dikedepankan adalah soal pengalaman dari gamer ketika memainkan. Super Evil Megacorp percaya diri dengan teknologi yang dimiliki.

"Kami percaya bahwa teknologi yang kami punya tidak bisa ditiru. Kami punya engine sendiri. Karenanya, kami percaya teknologi yang kami miliki menjadi modal untuk bersaing dengan kompetitor," ucap Taewon dalam jumpa pers Vainglory Summer 2017 South East Asia Cup di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Tak hanya itu, lanjut Taewon, ketika berbicara mengenai olahraga elektronik atau eSports, penting diketahui Vainglory mendukung permainan yang profesional. Disebutnya Vainglory mampu menampilkan gameplay dengan frame rate 60 fps.

Foto: istimewa

Sesuatu yang diklaim tidak dihadirkan oleh kompetitor. "Bahkan kami bisa menyajikan frame rate sampai 120 fps. Tapi memang fitur ini terbatas hanya untuk perangkat high-end, salah satunya iPad Pro," ucap Taewon.

Terakhir yang tak kalah menarik adalah dukungan komunitas. Menurut Taewon Super Evil Megacorp tidak sekadar mengembangkan Vainglory. Namun, mengembangkan game bersama dengan komunitas.

"Jadi untuk bisa mencapai itu semua, perlu strategi jangka panjang. Tidak bisa seperti yang lain, selalu dengan marketing yang keras. Bagi kami komunitas adalah segalanya," pungkas Taewon.

Dukungan terhadap komunitas memang selalu diberikan oleh Super Evil Megacorp. Bentuk dukungan bisa beragam, seperti misalnya turnamen bertaraf internasional yang akan digelar pekan ini di Jakarta dengan total hadiah lebih dari USD 10.000.

Sekadar diketahui, Vainglory merupakan game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) mobile yang dirilis dari tahun 2014. Game ini menyuguhkan pertandingan tiga lawan tiga dalam sebuah arena yang terbagi dua, yakni lane dan jungle. Kontrolernya sendiri berbeda, tak menggunakan analog, tapi dengan sistem tap, baik untuk bergerak maupun menyerang. (mag/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed