Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Razer Kecele Utang Ouya

Razer Kecele Utang Ouya


M. Alif Goenawan - detikInet

Android TV Ouya.
Jakarta - Razer baru saja resmi mengakuisisi Ouya guna mengembangkan Android TV dan konsol Android miliknya. Pun demikian, produsen aksesoris gaming asal Taiwan itu harus menelan pil pahit, yakni harus melunasi utang Ouya kepada developer game.

Utang yang kurang lebih sebesar USD 600.000 itu tak lain merupakan bagian dari inisiatif Free the Game milik Ouya. Pendanaan tersebut pada awalnya dibuat untuk menghadirkan game-game eksklusif pada perangkat konsol Android Ouya. Hanya sekitar seperempat dari pengembang terlibat telah dikembalikan uangnya oleh Ouya.

Sisanya, para developer itu tetap menagih janji untuk dikembalikan uang yang pernah mereka kasih untuk program USD 1 juta Free the Game. Razer awalnya tidak mengira jika ada utang yang belum terselesaikan ketika mereka membeli Ouya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami hanya mengakuisisi tim, platform, dan semua aset milik Ouya. Kami tidak melihat utang karena bukan begitu kesepakatannya," ujar CEO Razer Min-Liang Tan, dikutip detikINET dari Polygon, Rabu (29/7/2015). Pun pada awalnya Tan menolak, namun setelah dilakukan berbagai rundingan akhirnya Tan pun setuju untuk membayarkan utang-utang Ouya.

"Yang kami ingin lakukan adalah mendukung developer independen. Razer berencana untuk menyokong Ouya yang baru guna memenuhi sisa utang USD 620.000 yang telah dikumpulkan oleh para pengembang yang telah menyetujui kesepakatan Free the Game dengan Ouya sebelumnya," ujar Tan.

Dalam kesepakatan terbaru antara Razer dan develeloper dijelaskan, bahwa nantinya uang-uang akan dikembalikan kepada developer terkait. Sebagai gantinya, para developer itu harus memberikan sedikitnya 1.000 salinan game untuk toko digital Razer, Cortex, jika nantinya game tersebut sudah di-publish.

(ash/ash)







Hide Ads