"Bukti tentang pengaruh video game kekerasan pada agresi yang ditampilkan oleh mereka yang bermain tidak meyakinkan," kata Brendan O'Connor, Menteri Dalam Negeri Australia, dikutip detikINET dari Gamespot, Kamis (2/12/2010).
Game yang banyak menampilkan aksi kekerasan, kerap dijadikan sebagai 'kambing hitam' atas tindak krimal yang dilakukan oleh pemainnya. Contoh kasus, beberapa waktu lalu ada remaja yang memperkosa wanita karena terinspirasi oleh Game. Belum lagi gamer yang membakar tiga mobil sehabis memainkan Grand Theft Auto (GTA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Australia memerlukan sebuah sistem klasifikasi yang konsisten yang melindungi pikiran muda dari apa pun yang mungkin berdampak buruk. Selain itu juga harus membebaskan gamer dewasa untuk membuat keputusan sendiri tentang apa yang mereka mainkan, selama masih dalam batasan hukum," tandas O'Connor.
(eno/rns)