Β
Awal cerita dalam game, mengambil beberapa saat setelah akhir cerita dalam filmnya. Pemain akan berperan sebagai Wesley Gibson yang telah bertranformasi menjadi seorang yang ahli menggunakan senjata api.
Β
Wesley melanjutkan petualanganya untuk mencari kebenaran tentang keluarganya. Pada awal permainan, pemain akan disuguhkan sebuah video yang menceritakan, aksi sekelompok pasukan SWAT yang sedang menggeledah apartemen milik Wesley.
Β
Team SWAT yang telah mengobrak-abrik tempat tinggal Wesley kemudian memegang sebuah foto wanita yang ternyata adalah ibu kandung Wesley. Dari sinilah mulai tersingkap tentang pembunuhan terhadap ibu kandungnya tersebut.
Β
Beragam Aksi Menarik
Β
Seperti dalam filmnya, disini wesley juga dapat melakukan berbagai aksi menarik. Misalnya Ketika sedang berada dalam sebuah sergapan, pemain dapat berlindung menggunakan tiang beton ataupun pagar pembatas. Aksi perlindungannya pun tergolong menarik, pemain dapat meluncur, melompat, yang kesemuaanya disertai dengan efek yang cukup menarik.
Β
Tokoh utama dalam film Wanted boleh dikatakan memiliki kemampuan yang unik yakni dapat membelokan arah peluru yang meluncur atau biasa dikenal dengan sebutan Bullets Curve. Aksi seperti ini pun tidak ketinggalan dalam Wanted versi game, pemain dapat melakukan Bullets Curve disertai dengan gerak lambat yang menarik.
Β
Tidak Semenarik Versi Film
Warner Bros dan GRIN boleh berambisi ingin menciptakan suasana yang sama dengan versi filmnya, tetapi tidak dipungkiri jika 'Wanted: Weapons of Fate' tidak sebaik versi filmnya.
Β
Tingkat kebosanan pun mulai muncul ketika pemain menjumpai suatu chapter yang dipenuhi dengan penampilan musuh yang sama. Belum lagi, para musuh itu terlihat sangat bodoh dan terkadang menembak dengan membabi buta.
Β
Untuk urusan grafis, 'Wanted: Weapons of Fate' pun terlihat sangat minim teksture sehingga jika dibandingkan dengan game yang terkini lainnya Diesel Engine yang mereka gunakan tampak sangat buruk.
Β
Namun hal yang paling mengecewakan dalam game ini ada pada sistem pengendaliannya. Agak sedikit merepotkan jika menggunakan mouse untuk memainkan game ini, kesulitan yang paling terasa adalah ketika ingin membidik musuh, kamera yang digunakan akan sulit sekali untuk fokus kesasaran tembak.
Β
Tetapi tidak dapat dipungkiri menembak musuh dengan memakai tehnik Bullets Curve memang sangat menyenangkan, pemain dapat membunuh musuh yang bersembunyi hanya dengan satu butir peluru. Asiknya lagi ketika kejadian tersebut disertai dengan efek gerak lambat yang menunjukan arah peluru yang ditembakan.
Β
Kelebihan
+ Untung ada Bullets Curve
+ Beragam gerakan yang menarik
Β
Kekurangan
- Minim teksture
- Control yang menyedihkan
- Musuh tampak seragam
- Artificial Intelligent musuh kurang pintar (eno/ash)