Peribahasa 'bagai minyak dengan air, tak mungkin bersatu' ternyata bisa menginspirasi trik fotografi. Yakni dengan meng-close up gelembung minyak sehingga terlihat warna-warni bagai sarang lebah madu, permen lolipop atau kaca warna-warni. Mau tahu caranya?
Trik kali ini terbilang sederhana dan bisa dilakukan fotografer amatir sekalipun. Bahan dan alatnya mudah ditemui di dapur. Memotretnya juga tidak rumit dan cepat, bisa mengandalkan pencahayaan alami atau dengan sebuah lampu bohlam biasa. Namun dengan sedikit kreativitas, hasilnya sangat imajinatif.
Peralatan yang diperlukan:
1. Sebuah gelas kaca transparan
2. Satu sendok minyak goreng
3. 3 tetes sabun cair
4. Sebuah pipet atau semacam jarum suntik. Kalau tidak ada bisa digantikan dengan sedotan atau sendok kecil.
5. Beberapa kertas pelangi atau crayon/pensil warna. Kalau masih kesulitan, bisa mencetak di kertas (print) dari komputer dengan pilihan warna suka-suka. Kertasnya tidak perlu lebar karena hanya akan digunakan selebar pantat gelas transparan. Semacam tatakan yang akan diekspos sebagai background foto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Properti yang dibutuhkan: gelas, crayon, sabun cair dan minyak goreng. (Foto: Ari Saputra/detikINET)
6. Kamera dengan kemampuan meng-close up dari dekat. Bila mempunyai lensa dengan fasilitas makro, itu lebih baik. Namun kalau tidak ada, bukan masalah untuk kreativitas singkat ini.
Cara Membuat
Pertama-tama carilah tempat terang. Bisa di dekat jendela atau menggunakan cahaya lampu yang mencukupi dan didekatkan dengan subjek foto. Semakin terang, semakin baik untuk meng-close up gelembung minyak.
Dalam pemotretan ini, saya mengandalkan lampu TL warna putih yang biasa digunakan untuk ruangan rumah. Lampu diletakkan di bawah alas plastik tebal warna putih susu (semacam plastik fiber) sehingga memantulkan cahaya seperti neonbox pada papan iklan. Di atas 'neonbox' tersebut yang nantinya diletakan gelas berisi minyak dan air.
Langkah kedua yakni dengan mengisi gelas transparan dengan air jernih. Kemudian masukan 3 tetes sabun cair dan aduk merata hingga berbuih. Jangan terlampau banyak karena bisa menyebabkan air menjadi keruh dan sulit untuk mengekspose warna.
Kenapa harus menggunakan sabun? Karena kalau hanya air saja, minyak tidak akan menggumpal membentuk gelembung. Namun menyebar rata ke permukaan.
Tunggulah buih sabun menghilang. Kalau terlalu lama, bisa menggunakan tisu kering untuk membuang buih tersebut.
Sambil menunggu buih menghilang, bisa menyiapkan langkah ketiga. Yaitu men-setting background warna-warni sebagai tatakan gelas. Karena tidak ada kertas pelangi, bisa digunakan deretan pensil warna-warni. Pensil diletakkan berderet sebagai landasan gelas. Kemudian gelas dengan buih yang mulai menghilang saya letakan di atasnya.
Gelas diletakkan di atas crayon sebagai background. (Foto: Ari Saputra/detikINET)
Setelah semuanya siap, bisa masuk ke trik keempat yaitu meneteskan minyak ke permukaan air. Caranya yakni dengan sangat pelan tanpa membuat riak air berlebihan. Buatlah tetesan minyak sekecil mungkin sehingga membentuk gelembung kecil dan semakin padat.
Sekilas, gelembung yang siap dijepret ini mirip kulit ular, kulit jeruk, permen lolipop, kaca patri atau sisik ikan. Mungkin mirip molekul sel seperti dalam pelajaran biologi. BIsa juga identik dengan sarang lebah madu tergantung persepsi masing-masing orang.
Tapi lupakan itu, fokuslah pada tahap kelima yaitu pemotretan. Siapkan kamera dengan kemampuan close up yang bisa memotret dari jarak cukup dekat. Saya menggunakan lensa 50mm dengan menyetel pada diafragma f/1,8 sehingga mampu fokus pada jarak sekitar 40cm dari minyak.
Ada baiknya menggunakan diafragma besar supaya background warna-warnai bisa ngeblur. Selain itu sangat membantu kecepatan rana sehingga hasilnya tidak terlalu goyang. Setting kamera di kemampuan Large Image. Bila perlu menggunakan RAW untuk mempermudah koreksi di komputer.
Gelembung air dipotret frontal dari atas. Variasi warna, background dan cahaya yang ekperimental membuat gelembung minyak lebih dinamis dan menarik. (Foto: Ari Saputra/detikINET)
Buatlah beberapa variasi gambar dan komposisi. Lalu edit di komputer sesuai kebutuhan seperti menyesuaikan saturasi warna dan meng-croping gambar. Saya perlu mengcroping lumayan banyak karena lensa saya bukan lensa makro.
Setelah selesai, foto gelembung minyak pun siap dinikmati. Jika masih kurang puas, bisa dieksplore dengan menggonta-ganti background pada alas gelas. Juga bisa bereksperimen dengan setting lampu. Bukan tidak mungkin hasilnya lebih menarik dan provokatif.
Selamat mencoba!
(Ari/ash)