Menurut survei NPD Group, kamera Mirrorless secara keseluruhan telah tumbuh 16,5% selama 12 bulan terakhir, sedangkan penjualan DSLR menurun sekitar 15% dibandingkan periode yang sama.
"Pertumbuhan kamera Mirrorless lebih cepat, karena teknologinya lebih canggih. Ke depannya, Mirrorless benar-benar akan memimpin pasar dunia untuk kamera digital,â ungkap Ben Arnold, Direktur Eksekutif, The NPD Group, seperti detikINET kutip Jumat (11/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2015 ini, populasi kamera Mirrorless mengalahkan DSLR di Asia dengan angka 40, 79% dan khususnya Jepang 21.07%. Sedangkan DSLR di Asia hanya menguasai 38.48 % dan Jepang 10.71%.
Begitupun hasil riset JFK di Jepang, setiap tahunnya, kamera DSLR terjun bebas, tahun 2012, DSLR terjual 1.050.000 unit, 2013 turun menjadi 1.010.000 unit, dan turun kemudian drastis pada 2014 menjadi 720.000 unit.
Kebalikannnya dengan kamera Mirrorles. Pada 2012, Mirrorless terjual 200.000 unit, 2013 menjadi 230.000 unit, 2014 menjadi 270.000 unit.
Lebih Simpel
Ada beberapa faktor kenapa Mirrorless lebih moncer dibanding DSLR. Kelemahan DSLR pertama adalah karena kamera DSLR pada aslinya dirancang untuk dipakai dengan film.
Saat teknologi digital merambah ke dunia fotografi, digital mendapat perlakuan yang sama seperti segulung film, bahkan secara mekanis ditempatkan di body yang sama, jadi hanya meneruskan kebiasaan lama dari masa teknologi film.
Makanya bentuk kamera DSLR tetap besar dan berat karena cermin didalam kamera DSLR ukurannya harus sama dengan ukuran sensornya, jadi makin besar sensor yang dipakai makin besar pula cermin yang dibutuhkan.
Kemudian, pentaprisma yang dipakai untuk mengubah sinar vertikal ke sinar horisontal pada viewfinder ukurannya juga sama dengan ukuran sensor, membuat bagian atas DSLR tampak besar.
Fotografer senior Arbain Rambey mengatakan dengan menghilangkan bagian cermin dan pentaprisma dari sebuah kamera, maka dinamai kamera Mirrorless.
Produsen kamera seperti Olympus, Sony, Panasonic, Canon mulai menyadari bahwa sistem Mirrorless adalah jawaban untuk kamera masa depan. Bodinya ringkas, lebih kecil, kemampuannya luar biasa.
"Mirrorless adalah masa kini, cermin di DSLR adalah warisan zaman film yang sudah usang. Adanya cermin, membatasi kecepatan pemotretan hanya maksimal 14 frame per detik," ungkap Arbain.
Momentum Olympus
Di antara sederet produsen kamera yang konsisten dalam mengembangkan kamera Mirrorless adalah Olympus. Brand ini memiliki teknologi yang dibangun khusus untuk digital photography & tanpa crop factor dengan varian lebih banyak, baik kamera maupun lensa pendukungnya.
âKami memiliki 2 tipe kamera mirrorless. Salah satunya adalah seri OM-D, dimana sasaran utama penggunanya adalah dari penggemar foto antusias sampai profesional," kata Shinobu Ikuta, Manager Imaging Business Division, Southeast Asia and Oceania, Olympus Corporation of Asia Pasific Limited.
Saat ini Olympus memiliki E-M1, E-M5 Mark II dan E-M10. Tipe lainnya adalah seri PEN, dan salah satu konsep utamanya adalah lifestyle camera yang memiliki E-P5, E-PL7 dan E-PL6.
Olympus juga memiliki berbagai lensa dengan kategori PRO, PREMIUM dan Standard. Untuk lensa PRO, mereka baru-baru ini meluncurkan lensa ED 7-14mm f2.8 PRO dan ED 8mm f1.8 fisheye PRO di pasar ini.
Lensa PRO yang tersedia adalah ED 8mm f1.8 fisheye PRO, ED 7-14 mm f2.8 PRO, ED-12-40 mm f2.8 PRO dan ED-40-150mm f2.8 PRO. Juga lensa Premium yaitu ED 75mm f1.8, ED 45mm f1.8, ED 25mm f1.8, ED 17mm f1.8 dan ED 12mm f2.0.
"Jajaran lensa Olympus adalah yang paling lengkap dan kami sangat serius dalam mengembangkan teknologi mirrorless, karena Olympus selalu menyediakan teknologi terbaru untuk pasar,â pungkas Shinobu.
(rou/rou)