Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Unik, Casing Tablet Dijadikan Tempat Pamer Foto

Unik, Casing Tablet Dijadikan Tempat Pamer Foto


- detikInet

Salah satu foto di handphone yang disandingkan dengan kualitas media print casing tablet. Warna dan kontrasnya akurat. (Ari Saputra/detikINET)
Jakarta -

Pasar Santa Jakarta Selatan masih saja ramai meski bukan weekend. Tempat gaul yang lagi happening di Jaksel ini dipadati anak muda hingga paruh baya. Beberapa terlihat santai mengenakan celana pendek dengan bau parfum yang wangi.

Di foodcourt-nya mereka berkumpul memadati meja kopi, mengitari para barista, bersantai di dekat papan DJ, memesan makanan ala kafe atau sekadar window shopping dari distro satu ke distro yang lain - tak jauh dari sajian kuliner itu.

"Ini tempat yang alamiah buat kami. Tidak harus di galeri seni atau tempat yang mentereng untuk pameran foto," kata fotografer freelance Abdul Aziz saat ditemui detikINET di Pasar Santa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama 3 rekannya yang merupakan jurnalis foto--- Fernando Randy, Dian Handoko dan Grandyos Zafna --- ia memamerkan puluhan foto-foto bertajuk 'Repertoar' dengan genre streetphotography.

Suasana Pasar Santa itu seirama dengan foto-foto yang dipamerkan. Banyak bertutur soal kehidupan kaum urban, hutan beton dan momen natural masyarakat Jakarta.

Ceritanya sederhana, mudah dicerna namun tetap kuat dan tidak bertele-tele dengan membuang elemen foto yang tidak perlu. Kontras warnanya juga berani, tidak takut bermain exposure, tidak ragu merekam bayangan atau siluet. Komposisinya pun kekinian, sarat dengan unsur grafis yang elegan.

"Kami biasa memotret saat golden time. Apalagi ini kebanyakan foto di Jakarta, susah mendapatkan warna yang kuat kalau bukan golden time," kata Aziz merujuk istilah waktu terbaik memotret, sebelum pukul 9 pagi atau setelah pukul 4 sore.

Yang lebih menarik, lebih dari separuh foto-foto tersebut dihasilkan dari kamera handphone. Pun begitu, hasilnya berani diadu dengan kamera mirrorless maupun DSLR.

Seperti foto Dian Handoko yang memotret kolam renang secara frontal dari atas, dari rooftop gedung lantai 9. Tampak perenang melintas dengan bibir kolam yang masih terekam dengan apik. Tidak pecah atau shake dan mampu mengatasi momen yang cukup cepat, meski dengan zoom optical.

"Kita ambil kelebihan menggunakan kamera handphone. Lebih ringan baik fisik maupun cerita. Lebih fun dan tidak mengintimidasi yang dijepret. Tak perlu repot-repot mengeluarkan kamera besar dari dalam tas kalau sedang streetphotography," tukas Aziz yang akan melakukan roadshow 'Repertoar' ke beberapa kampus di Jakarta.

Lantas, jepretan kamera handphone yang diolah menggunakan aplikasi snapseed itu dicetak di casing tablet dengan teknik print khusus. Alasannya mengikuti trend digital sehingga bisa dinikmati sehari-hari, usai pameran. Biayanya Rp 150.000/foto.

"Banyak pameran, setelahnya foto-foto masuk gudang, berdebu. Kalau ini bisa digunakan sehari-hari, lebih praktis dan dekat dan belum banyak yang menggunakan," paparnya yang diamini oleh ketiga teman yang lain.

Tertarik dengan kreativitas para fotografer muda ini, bisa mampir ke Pasar Santa akhir pekan ini. Namun jika tak sempat ke pameran yang akan berakhir hingga Minggu (28/2), bisa menikmati 'Repertoar' pada versi buku saku. Lebih mudah dibaca di dalam mobil atau sambil bersantai di balkon rumah sembari menyeruput kopi hangat.

(Ari/asj)






Hide Ads