Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kamera Mahal: Koleksi Sembari Investasi

Kamera Mahal: Koleksi Sembari Investasi


Penulis: Enche Tjin - detikInet

Leica M Edition 60 (Ist.)
Jakarta -

Mengoleksi benda-benda langka telah menjadi naluri manusia untuk bertahan hidup dari jaman dahulu. Di jaman purbakala, manusia harus menyimpan barang-barang langka pada jaman itu seperti makanan, bahan pakaian, senjata, alat-alat lainnya supaya bisa bertahan hidup lebih panjang.

Sampai saat sekarang, insting itu terus berlanjut dan alasan untuk mengoleksi bukan hanya untuk bertahan hidup tapi juga untuk hal-hal lain seperti kesenangan pribadi, kebanggaan, pengetahuan, bahkan untuk investasi.

Di bidang fotografi, koleksi kamera dan lensa unik juga bukan merupakan hal yang baru. Sebagian besar produsen kamera mengeluarkan beberapa kamera untuk dikoleksi, sebagian besar kamera ini tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga kualitas kontrolnya sangat terjaga dan nilai jualnya berpotensi sangat tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Leica, perusahaan kamera dan lensa asal Jerman cukup rutin mengeluarkan edisi kamera yang spesial. Di tahun 2014 ini, Leica kembali bikin heboh dengan mengeluarkan kamera Leica M Edition 60, yang dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-60 tahun dari kamera rangefinder.

Leica M Edition ini memilih sensor 24 megapixel dengan lensa 35mm f/1.4. Anehnya, tidak ada layar LCD dan menu di bagian belakang kamera untuk meniru kamera rangefinder jaman dulu. Kamera ini hanya dibuat 600 unit, dan harganya USD 19.000

Fujifilm yang kini bangkit dengan kamera mirrorless Fujifilm X ini, juga tidak ingin ketinggalan. Fuji XT-1 yang cukup sukses di pasar penggemar fotografi didandani dengan balutan graphite silver.



Dijual dengan harga USD 300 lebih tinggi dari yang berwarna hitam. Fujifilm lalu bekerja sama dengan perusahaan pembuat tas vintage Globe Throttle membuat paket edisi spesial yang berisi kamera, lensa-lensa Fuji, sebuah iPad berukir logo Fujifilm dan globe throttle dan tentunya dua tas spesial berbentuk koper dan tas messenger. Harganya USD 14.000

Pangsa pasar kamera DSLR Pentax memang tidak besar, tapi kamera DSLR Pentax kualitasnya sangat baik misalnya Pentax K3 yang mendapatkan banyak penghargaan dari berbagai situs pengujian kamera dan majalah.



Edisi kamera spesial ini dinamakan Pentax K3 Prestige. Perbedaannya terletak di warna kameranya menjadi abu-abu tua (gun metal). Edisi ini hanya dibuat 2.000 unit. Pentax tidak mematok harga yang terlalu tinggi untuk kamera ini, yaitu hanya USD 1.399, sudah termasuk battery grip. Harga di toko kamera mungkin lebih murah lagi.

Mungkin yang paling heboh yaitu kamera dari BRIKK, yang spesialis membuat produk elektronik yang terkenal menjadi sangat mewah. Kamera yang berbasis kamera Nikon Df dan lensa Nikon 14-24mm f/2.8 ini dilapisi oleh emas 24 karat dan hanya dibuat 77 unit. Pembelian kamera ini disertai dengan garansi satu tahun. Harganya USD 41.395.



Memang, harga yang ditentukan oleh produsen memang terasa tidak wajar untuk sebuah kamera. Dari fungsinya sama saja dengan kamera edisi biasa, tapi untuk penggemar fotografi yang juga kolektor, tentunya harga yang ditawarkan tidak begitu penting. Sebab kepuasan memiliki dan menggunakan kamera yang langka dan berbeda dengan yang lain serta memberikan kepuasan yang tak ternilai.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa nilai kamera akan naik seiring waktu berjalan. Contohnya kamera Leica yang hanya dibuat 31 buah di tahun 1923, laku terjual USD 2,8 juta di tahun 2012.


Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.
Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com
.


(ash/ash)




Hide Ads