Pada kuartal kedua tahun 2012 ini, kerugian yang dialami sang pionir foto malah meluas. Seperti diketahui, perusahaan yang berbasis di Rochester, N.Y ini mendaftarkan perlindungan kebangkrutan pada bulan Januari.
Mereka memiliki asa untuk lolos dari jurang kebangkrutan dan menjadi perusahaan yang lebih menguntungkan pada tahun 2013. Namun nyatanya, pada periode April hingga Juni tahun ini total kerugian yang ditelan mencapai USD 299 juta, naik dari USD 179 juta pada tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan yang lahir pada 1880 ini terpaksa mendaftarkan perlindungan kebangkrutan setelah kalah menghadapi persaingan dari perusahaan kampiun Jepang. Kodak juga menghadapi kondisi buruk karena ketidakmampuaanya untuk beralih dari film ke teknologi foto digital.
Kiprah Kodak di lini kamera sudah berakhir. Perusahaan ini telah mengeluarkan pengumuman untuk berhenti memproduksi kamera digital, kamera videp poket dan frame foto digital. Kini, mereka menggantungkan profit perusahaan pada printer foto, inkjet dan beberapa bisnis inti lainnya.
Dikutip detikINET dari YahooNews, Senin (6/8/2012), mulai tahun 2005, Kodak menggelontorkan jutaan dollar pada lini baru inkjet printer. Lantas saat mereka resmi keluar dari bisnis kamera digital, Kodak memfokuskan diri pada printing dan berupaya mencari perusahaan untuk melisensi brand kamera digtalnya.
(sha/fyk)