Dikatakan olehnya, ia mengabadikan karyanya di Nongsa, salah satu daerah pariwisata pantai di Batam. Lokasi ini, ujar Shikhei, adalah tempat berkumpulnya capung-capung.
Diambil pada pukul 3 sore dengan memanfaatkan cahaya backlight, penggemar serangga ini dibantu temannya untuk mendapatkan karya yang mengagumkan berikut. Untuk mendapatkan efek dramatisasi splash, sosok fotografer yang bisa dibilang pemula ini ternyata memakai alat bantu berupa semprotan air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu saya pesan ke teman saya, semprotnya agar lebih kuat supaya matanya gak konsentrasi ke saya," tambahnya menceritakan proses pembuatan foto makro menawannya.
Memakai Canon seri 7D, foto ini diambil dengan kecepatan tinggi dan secara continue. Dengan menyetting ISO di angka 100 dan kecepatan 250 serta bukaan f/5.6, maka terciptalah foto pemenang grand prize kompetisi National Geographic Photography 2011 ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, foto tersebut menyingkirkan 20.000 foto lainnya yang datang lebih dari 130 negara. Atas kemenangannya di ajang foto bergengsi internasional tersebut, Shikhei berhasil membawa pulang total hadiah USD 10.000 atau sekitar Rp 91 juta.
(sha/ash)