Jakarta -
Teknologi fotografi di paruh pertama abad ke-20 mendokumentasikan banyak momen penting. Termasuk peristiwa yang gelap dan penuh duka dalam kejadian sejarah.
Fat Man, bom Atom yang membunuh lebih dari 70 ribu orang di Nagasaki, Jepang. Foto: Ranker
Bangsal perawatan wabah polio di Amerika di awal abad ke-20. Lebih dari 100.000 kasus polio dilaporkan di AS antara tahun 1950 dan 1953, dengan 6.600 nyawa melayang. Vaksin Polio baru ditemukan dokter Jonas Salk tahun 1953. Foto: Ranker
Yang ini foto dari tahun 1800-an. Mereka adalah anak-anak yang bekerja di tambang batu bara di Amerika Serikat. Pekerjaan mereka menjadiΒ pemecah batu bara dan membersihkan kotoran dari batu bara. Mereka yang bekerja di tambang batu bara paling kecil berusia 12 tahun. Foto: Ranker
Ford's Theatre di Washington, DC sehari setelah Presiden AS Abraham Lincoln ditembak saat menghadiri pertunjukan Our American Cousin bersama istrinya. Aktor John Wilkes Booth menembak Lincoln sekitar pukul 22.20 malam pada tanggal 14 April. Lincoln tewas karena mengalami luka di kepala. Foto: Ranker
FotoΒ seorang seorang anak laki-laki Jepang menggendong adik laki-lakinya yang telah meninggal ke tempat kremasi. Kejadian ini usai peristiwa Jepang dijatuhi bom atom. Foto bersejarah ini jadi inspirasi film animasi Grave of Fireflies. Foto: Ranker
Tumpukan ribuan selongsong artileri kaliber 105 mm yang ditembakkan oleh sekutu dalam sehari tahun 1916 saat Perang Dunia I. Foto: Ranker
Cincin kawin dari orang-orang Yahudi para korban Holocaust di Jerman, dipotret 5 Mei 1945. Foto: Ranker
Penambang batu bara di Belgia berjejalan di lift tambang awal tahun 1900-an. Kehidupan penambang sangat keras dan berbahaya. Foto: Ranker
Perawat Prancis di parit antara bangsal rumah sakit tahun 1918 saat Perang Dunia I. Foto: Ranker
Sebuah keluarga Amerika imigran Jepang kembali ke rumah setelah menjalani kamp interniran di Seattle, Washington tahun 1945. Tapi rumahnya sudah dicoret-coret dengan pesan kebencian. Foto: Ranker
Tentara China memohon tentara Korea agar mengampuni nyawa mereka tahun 1951. Foto: Ranker