Bingkai Sepekan: Misi Artemis II Buka Jalan Manusia Kembali ke Bulan
Tripa Ramadhan - detikInet
Tautan telah disalin
Amerika Serikat -
Misi Artemis II jadi langkah besar NASA menuju eksplorasi Bulan. Misi ini menguji perjalanan manusia mengelilingi Bulan sebelum pendaratan berikutnya.
Awak misi peluncuran Artemis II untuk terbang melewati bulan, astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen, berjalan menuju van astronot untuk perjalanan mereka ke landasan peluncuran 39B di Pusat Antariksa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, AS, 1 April 2026.Β Ini menjadi penerbangan berawak pertama NASA menuju Bulan sejak program Apollo berakhir lebih dari 50 tahun lalu. Foto: REUTERS/Steve Nesius
Misi Artemis II NASA untuk terbang melewati bulan, yang terdiri dari roket Space Launch System (SLS) dengan kapsul awak Orion, lepas landas dari Pusat Antariksa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, AS, 1 April 2026. Roket raksasa setinggi 98 meter yang dijuluki "Moon Rocket" itu lepas landas dari Launch Complex 39B tepat pada jendela peluncuran dua jam yang dibuka pukul 18:24 waktu setempat. Setelah sempat ada penundaan kecil karena isu teknis minor yang cepat teratasi, tim peluncuran akhirnya memberikan "go for launch" secara bulat. Foto: REUTERS/Joe Skipper
Orang-orang berkumpul pada hari peluncuran roket bulan generasi berikutnya, roket Space Launch System (SLS) dan kapsul awak Orion, bagian dari misi terbang melewati bulan Artemis II NASA, dari Pusat Antariksa Kennedy NASA, di Titusville, Florida, AS. Ribuan orang menyaksikan langsung dari sekitar pantai Florida, sementara jutaan lainnya mengikuti siaran langsung NASAdi YouTube dan media sosialnya. Foto: REUTERS/Marco Bello
Anggota kru NASA Artemis II, Jeremy Hansen, Reid Wiseman, Christina Koch, dan Victor Glover menjawab pertanyaan dari wartawan selama acara downlink pertama misi mereka pada 2 April 2026. Setelah lepas dari gravitasi Bumi, Orion terpisah dari roket SLS dan melanjutkan perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Foto: NASA/HO via Reuters
Astronot NASA dan spesialis misi Artemis II, Christina Koch, mengintip keluar dari salah satu jendela kabin utama pesawat ruang angkasa Orion, melihat kembali ke Bumi, saat kru melakukan perjalanan menuju Bulan pada 2 April 2026. Selama perjalanan, kru menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan komunikasi di lingkungan luar angkasa dalam (deep space). Orion melakukan "U-turn" di belakang Bulan menggunakan gravitasi bulan (lunar flyby) sebelum kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik. Foto: NASA/HO via Reuters
Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan Komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu jendela pesawat ruang angkasa Orion setelah menyelesaikan pembakaran injeksi translunar pada 2 April 2026. Gambar tersebut menampilkan dua aurora (kanan atas dan kiri bawah) dan cahaya zodiak (kanan bawah) terlihat saat Bumi menutupi Matahari. Peluncuran Artemis II menandai kembalinya manusia ke jalur menuju Bulan setelah lebih dari setengah abad. Foto: NASA/HO via Reuters
Astronot Badan Antariksa Kanada (CSA) dan Spesialis Misi Artemis II, Jeremy Hansen, mengambil foto menggunakan penutup kamera yang menutupi jendela 2 pesawat ruang angkasa Orion selama penerbangan lintas Bulan oleh kru Artemis II pada 6 April 2026.Β Program Artemis bertujuan tidak hanya mendaratkan astronot di Bulan, tetapi juga membangun kehadiran berkelanjutan di sana sebagai batu loncatan menuju Mars di masa depan. Foto: NASA/HO via Reuters
Pemandangan Bulan saat pesawat ruang angkasa Orion dari misi Artemis II mendekati Bumi untuk mencapai jarak terjauhnya, dalam tangkapan layar yang diambil dari video siaran langsung pada 6 April 2026. Foto: NASA/HO via Reuters
Pemandangan Bulan yang diambil oleh anggota kru Artemis II melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion pada hari kelima misi, 6 April 2026. Pada Selasa (7/4/) waktu WIB, kapsul Orion yang membawa empat astronot mencapai jarak sekitar 406.770 kilometer dari Bumi. Rekor ini melampaui pencapaian Apollo 13 pada 1970 yang berada di angka 400.171 km. Foto: NASA/HO via Reuters
Spesialis misi NASA Artemis II dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen menikmati bercukur di dalam pesawat ruang angkasa Orion selama Hari Penerbangan ke-5 dan menjelang penerbangan lintas bulan kru pada 6 April 2026. Foto: NASA/HO via Reuters
Gambar yang diambil oleh kru Artemis II memperlihatkan kawah-kawah yang tersebar di permukaan Bulan, mengungkapkan permukaannya yang kasar dan kuno, difoto oleh kru NASA Artemis II dari pesawat ruang angkasa Orion selama misi terbang lintas Bulan, 6 April 2026. Foto: NASA/HO via Reuters
Pemandangan Bumi, sebagian tersembunyi di balik Bulan, yang ditangkap melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion pada pukul 18.41 EDT (22.41 GMT) 6 April 2026, selama penerbangan lintas Bulan oleh kru Artemis II dan diperoleh oleh Reuters pada 7 April 2026. Menurut data file gambar, gambar tersebut diambil dengan kamera Nikon D5 dan lensa 400mm.Β Foto: NASA/HO via Reuters
Astronot NASA Victor Glover dan Komandan Reid Wiseman bersiap untuk perjalanan mereka mengelilingi sisi jauh Bulan bersama astronot Badan Antariksa Kanada (CSA) Jeremy Hansen dengan mengkonfigurasi peralatan kamera mereka untuk digunakan melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion, sesaat sebelum penerbangan lintas bulan mereka pada 6 April 2026. Gambar dirilis 7 April 2026. Foto: NASA/HO via Reuters
Awak pesawat NASA Artemis II, Spesialis Misi Christina Koch, Spesialis Misi Jeremy Hansen, Komandan Reid Wiseman, dan Pilot Victor Glover, berpelukan di dalam pesawat ruang angkasa Orion dalam perjalanan pulang setelah terbang lintas sisi jauh Bulan pada 7 April 2026. Jika Artemis II sukses, misi ini akan membuka jalan bagi Artemis III - misi orbit Bumi rendah berawak - lalu Artemis IV yang bertujuan mendaratkan astronot di Bulan, hingga misi-misi berikutnya yang berpotensi membangun kehadiran manusia secara permanen di luar Bumi. NASA menyebut misi Artemis II akan meletakkan fondasi bagi eksplorasi manusia yang aman dan efisien di Bulan dan Mars. Foto: NASA/HO via Reuters