Dengan gaya khasnya, mantan dosen ITB ini memaparkan bahwa solusi agar orang Indonesia melek TI adalah dengan berpikir secara Indonesia. Pasalnya, pemikiran yang diberikan negara maju biasanya tidak manjur karena mereka cenderung mengumbar pemecahan masalah yang hanya cocok untuk negara maju juga.
"Solusi untuk orang kaya dan orang miskin itu beda," papar Onno, ketika memberikan presentasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pula dengan adanya perangkat wajanbolic yang menurut Onno, benar-benar khas Indonesia. Cukup bermodal antena wajan, orang bisa memperoleh koneksi internet.
Dikagumi Luar Negeri
Jika solusi yang khas Indonesia itu sukses, Onno meyakini bahwa dunia internasional akan turut mengapresiasi. Misalnya saja soal wajanbolic, beberapa negara berkembang telah mengundang para pakar TI tanah air untuk membantu mengimplementasikannya.
"Orang Indonesia itu memang miskin, tapi bukan berarti bodoh. Perangkat yang kita buat tidak harus canggih, namun yang pasti harus bermanfaat," tambah pria yang telah menghasilkan beberapa buku TI ini.
Onno sendiri mengaku sudah berkali-kali diundang ke luar negeri untuk mempresentasikan perkembangan TI yang khas Indonesia. Hal ini sering kali membuat orang-orang asing yang berasal dari negara yang lebih maju dari Indonesia pun menjadi terkagum-kagum. Misalnya saja saat Onno tampil di Denmark, ia ingin sekali menunjukkan bahwa Indonesia punya potensi besar dalam bidang TI.
Mau ngobrol seputar duniat teknologi informasi? Gabung saja di detikINET Forum.
(fyk/ash)