Setidaknya demikian yang dikatakan salah satu anggota partai politik dari United States House of Representatives, Mark Kirk, yang dikutip detikINET dari Chicagotribune, Selasa (6/5/2008).
Kirk mengirim sebuah surat kepada Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission) dan meminta agar komisi tersebut memperingatkan konsumen akan bahaya game tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Second Life merupakan sebuah ketakutan baru, wilayah yang belum dipetakan," tandas Walikota Mt. Prospect, Irvana Wilks bersama Kirk, pada jumpa pers di Departemen Kepolisian Mt. Prospect.
Lebih lanjut, meski belum ada kasus anak diincar predator internet melalui Second Life, menurut Kirk game itu tetap saja berbahaya bagi anak-anak. Sebagai contoh, ajudan Kirk minggu lalu iseng-iseng membuat account di Second Life dengan menyamarkan umur sebagai anak berusia 10 tahun.
Meski gagal login, namun ajudannya itu mendapatkan akses dengan menggunakan alamat e-mail yang sama ketika ia mendaftar sebagai anak berusia 18 tahun. Setengah jam kemudian, ajudannya tersebut berhasil masuk ke konten pornografi dan berjelajah di "ruang perkosaan virtual" dan narkoba.
Sementara itu Linden Lab mengatakan memiliki dua wilayah virtual, satu untuk pelanggan berusia 18 atau lebih dan yang satu lagi untuk user berusia 13 sampai 17 tahun. Tetapi perusahaan mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan bagi orang dewasa untuk masuk ke wilayah anak belasan tahun dan begitu juga sebaliknya.
Ingin berbagi cerita atau trik seputar game? Sampaikan di detikINET Forum. (dwn/dwn)