Di Mesir misalnya, pengguna internet diminta tidak melakukan pengunduhan online secara berlebihan. Hal ini dilakukan agar sistem internet cadangan dapat terjaga untuk membantu aktivitas bisnis yang mengandalkan internet, sampai kerusakan dapat diperbaiki. Diproyeksi, dibutuhkan waktu sampai dua minggu sebelum jaringan internet kembali normal.
Salah satu pelaku bisnis yang menderita kerugian di Mesir adalah Xceed, perusahaan call centre besar di negeri itu. Layanan mereka terganggu sampai 80 persen sehingga berdampak buruk terhadap pemasukan bisnis. Perusahaan semacam ini menyediakan layanan untuk menjawab panggilan konsumen perusahaan-perusahaan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaan Teknologi Informasi (TI), perusahaan software dan perusahaan call centre yang menyediakan layanan untuk perusahaan Inggris dan Amerika, terkena dampak paling buruk," ujar Rajesh Chharia, presiden Internet Service Provider Association of India, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (1/2/2008).
Sementara di Sri Lanka, menurut Sri Lanka Telecom, penyedia layanan internet terbesar negeri itu, kualitas layanan internet mengalami gangguan parah. Bangladesh dan Pakistan juga tak luput dari gangguan di mana layanan internet tak berfungsi normal.
(fyk/fyk)