Dalam survei tersebut, sebanyak 18,4 persen responden mengaku memiliki setidaknya satu cinta di internet sedangkan 38 persennya menyatakan bahwa orang-orang di sekitar mereka menjalin hubungan cinta via online.
Survei ini mendefinisikan cinta di internet sebagai sebuah hubungan ikatan emosional antara dua orang yang terjalin dengan bantuan media internet, termasuk hubungan secara online dan hubungan di dunia nyata yang terbangun dari dunia maya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hidup ini penuh masalah, jika ada seseorang di dunia maya untuk pelampiasan, mengapa tidak? Kita harus berhadapan dengan banyak tekanan ketika jatuh cinta di dunia nyata, tapi kebutuhan emosional dapat tersalurkan dengan lebih baik melalui hubungan di internet," ujar seorang mahasiswa, seperti dikutip detikINET dari Xinhua, Rabu (2/1/2008).
Satu dari lima mahasiwa yang disurvei berpikir bahwa cinta via online merupakan hal yang positif. Lebih dari separuh responden berpikir mereka mungkin akan membangun sebuah hubungan ketika mereka tak berdaya, depresi atau sakit hati.
Sebanyak 38 persen menyetujui kemungkinan untuk membangun sebuah hubungan nyata yang berawal dari hubungan di dunia maya ini, namun ada 11,6 persen responden yang menunjukkan reaksi negatif. Alasannya, cinta di internet tidak akan berakhir indah dan justru akan menghilangkan rasa tanggung jawab seseorang.
Dari hasil survei juga terungkap bahwa laki-laki lebih memusatkan perhatian pada penampilan ketika membuat profil dirinya di internet, sedangkan mayoritas perempuan lebih berfokus pada bakat, kualitas moral, dan karakter lain. (ash/ash)