Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Presiden Nintendo Soroti Pengecer Jual Kartu Pokemon Terlalu Mahal

Presiden Nintendo Soroti Pengecer Jual Kartu Pokemon Terlalu Mahal


Panji Saputro - detikInet

Master Ball League di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/6/2026), tidak hanya menghadirkan pertandingan PokΓ©mon Trading Card Game (TCG), tetapi juga berbagai aktivitas hiburan bagi pengunjung.
Kartu Pokemon. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
Jakarta -

Kelangkaan kartu Pokemon semakin tinggi. Harga yang ditawarkan para pengecer pun menjadi sangat mahal, padahal tahun lalu 10 miliar kartu telah dicetak. Begini tanggapan Presiden Nintendo.

Peluncuran kartu Pokemon terbaru selalu terjual habis. Pembelinya bukan mereka konsumen perorangan, melainkan pengecer dan menjualnya dengan harga yang sangat jauh dari penawaran aslinya.

Kelangkaan dan harga yang melambung tinggi ini menjelma menjadi sebuah kejahatan. Tidak sedikit kasus pencurian kartu Pokemon terjadi. Salah satunya dialami oleh toko di Manhattan yang mengalami kerugian senilai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencurian tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Pelakunya hanya butuh tiga menit, untuk merampas sejumlah kartu Pokemon berharga tinggi. Karyawan dan para pengunjung yang datang hanya bisa terdiam, mengingat pelaku menodongkan senjata ke arah orang-orang, sembari memecahkan kaca untuk mengambil kartu-kartunya.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, mengaku kalau perusahaannya menyadari bahwa kartu Pokemon dengan jumlah terbatas dibeli dalam jumlah besar, lalu dijual tinggi di pasaran. Dijelaskan bahwa Nintendo juga sedang mencari cara yang tepat untuk mengatasinya.

"Sebagai tanggapan, The Pokemon Company mengambil berbagai langkah, termasuk penjualan berdasarkan pesanan dan perjanjian dengan operator pasar online. Untuk undian prioritas online untuk produk tertentu, saya memahami bahwa The Pokemon Company juga berencana untuk menggunakan metode verifikasi akun yang memanfaatkan Kartu Nomor Saya [kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah Jepang]," jelas Furukawa, dilansir IGN, Senin (6/7/2026).

Furukawa mengaku juga sudah berkomunikasi dengan The Pokemon Company untuk mencari cara yang tepat dalam mengirimkan produk ke konsumennya. "Kami percaya bahwa The Pokemon Company akan terus mengambil langkah-langkah untuk menanggapi masalah ini," pungkasnya.

Sebenarnya The Pokemon Company pun sudah berupaya memenuhi hasrat para penggemar. Baru-baru ini, mereka merilis serangkaian angka penjualan yang mencengangkan dari kepopuleran kartu Pokemon. Hingga sekarang, mereka telah memproduksi sebanyak 85 miliar kartu. Lalu yang terbaru, pada 2025, perusahaan memproduksi 10 miliar kartu, yang jumlahnya melebihi penduduk bumi dan itu masih belum cukup memenuhi permintaan.




(hps/fyk)




Hide Ads