Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Infra Fiber Teknologi, Aset Fiber Indosat yang Dikelola Grup Hashim

Infra Fiber Teknologi, Aset Fiber Indosat yang Dikelola Grup Hashim


Agus Tri Haryanto - detikInet

Indosat Ooredoo Hutchison dan Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT)
Indosat Ooredoo Hutchison dan Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
Jakarta -

Indosat Ooredoo Hutchison dan Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan yang akan mengelola jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer, mulai dari backbone, kabel bawah laut domestik, serta jaringan akses.

Aset fiber tersebut sebelumnya di bawah naungan Indosat, namun dilepas kepada Arsari Group, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, dan Northstar Group. Kendati telah dilepas, Indosat masih terlibat dalam PT Infra Fiber Teknologi ini.

Dengan tata kelola yang independen dan model bisnis open access, IFT dirancang untuk memperluas kemitraan wholesale dengan operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, dan penyedia layanan digital guna mempercepat pemerataan konektivitas berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat. Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," ujar President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, dikutip dari siaran pers.

Peluncuran IFT juga menandai rampungnya transaksi strategis yang diawali dengan penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025, di mana Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.

Sebagai informasi, Arsari Group merupakan kelompok usaha yang didirikan oleh pengusaha Hashim Djojohadikusumo dan memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, energi, hingga investasi digital.

Setelah rampungnya transaksi ini, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta secara kolektif memiliki 49,9% saham di NFT. Transaksi ini memungkinkan Indosat memonetisasi aset fibernya sekaligus mempertahankan kepemilikan strategis jangka panjang di platform tersebut.

Dari transaksi ini, Indosat Group memperoleh dana bruto sebesar sekitar Rp11,7 triliun yang akan dialokasikan untuk memperkuat investasi pada bisnis inti perusahaan, termasuk pengembangan konektivitas, percepatan implementasi jaringan 5G, serta pengembangan layanan digital yang siap mendukung era kecerdasan artifisial (AI).

"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," kata Aryo P.S. Djojohadikusumo, Deputy CEO & COO Arsari Group.

IFT akan dipimpin oleh Hendri Mulya Syam yang pernah menjabat posisi strategi di Indosat Ooredoo dan Telkomsel. Disampaikannya bahwa IFT tidak dibangun hanya untuk melayani wilayah yang telah memiliki konektivitas memadai, melainkan jauh lebih besar dari itu.

"Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," ucapnya.

IFT menargetkan memperluas pembangunan jaringan fiber terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas. Selain itu, perusahaan akan memperkuat kemitraan dengan operator telekomunikasi, penyedia cloud, hyperscaler, hingga pelaku industri digital lainnya.

Model bisnis berbasis open access juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi investasi jaringan, memperkuat ketahanan infrastruktur telekomunikasi nasional, sekaligus mempercepat pemerataan akses internet berkualitas tinggi di berbagai daerah.




(agt/agt)




Hide Ads