Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Trump Senang Kartu Merah Pemain AS Batal, Netizen Berang

Trump Senang Kartu Merah Pemain AS Batal, Netizen Berang


Tim - detikInet

Kartu merah pemain Amerika Serikat Folarin Bolagun dicabut setelah ada intervensi dari petinggi negara. Kejadian serupa pernah terjadi di Piala Dunia 1962.
Folarin Balogun. Foto: dok. Twitter/@balogun
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump senang dengan keputusan FIFA menangguhkan kartu merah penyerang Timnas AS Folarin Balogun.

Seperti dikabarkan, Balogun harusnya absen saat AS bertemu Belgia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/6/2026) dini hari WIB di Seattle Stadium. Ini dikarenakan kartu merah Balogun saat AS menyingkirkan Bosnia-Herzegovina di babak sebelumnya.

Kartu merah itu sempat dipertanyakan karena tekel serupa oleh kapten Argentina Lionel Messi saat bertemu Aljazair lolos dari hukuman kartu. Kubu Paman Sam mengajukan banding kepada FIFA untuk penangguhan kartu merah Balogun dan dikabulkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih FIFA karena sudah bertindak dengan benar dan melawan ketidakdilan!," ujar Trump di akun Truth Social.

Keputusan FIFA ini lantas mendapat protes banyak pihak karena dianggap ada intervensi dari Pemerintah AS, dalam hal ini Trump. Menurut FIFA, penangguhan hukuman Balogun untuk setahun ke depan sudah sesuai aturan.

ADVERTISEMENT

"Menurut Kode Disiplin FIFA pasal 27, hukuman bisa ditangguhkan untuk masa percobaan selama setahun," kata FIFA dalam pernyataan resmi.

Netizen pun banyak yang mengecam keputusan FIFA itu. "FIFA baru saja secara efektif membatalkan kartu merah seorang pemain AS karena Donald Trump meminta mereka melakukannya. Sudah waktunya untuk mengakhiri FIFA yang korup ini," sebut sebuah akun.

"Ini mungkin akan menjadi masalah di masa depan. Kartu merah tidak akan berarti lagi, setiap tim akan meminta agar kartu merah mereka dicabut, dan jika FIFA tidak melakukannya, mereka akan merujuk pada kasus-kasus ini," tulis yang lain.

Tapi ada juga yang membela keputusan FIFA karena sudah pernah dilakukan sebelumnya. "Berhentilah menangisi Trump, yang dia lakukan hanyalah bertanya apakah ada cara untuk menangguhkan kartu merah. Sama seperti yang mereka lakukan untuk Ronaldo sebelum turnamen," sebut sebuah akun.

Berikut reaksi netizen lain di linimasa X:




(fyk/fyk)




Hide Ads