Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Perampok Bersenjata Curi Kartu Pokemon Senilai Rp 1,6 Miliar

Perampok Bersenjata Curi Kartu Pokemon Senilai Rp 1,6 Miliar


Panji Saputro - detikInet

Sebuah toko kartu Pokemon yang terletak di Manhattan, New York, Amerika Serikat, telah dirampok. Total kerugian yang diterima senilai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,6 miliar.
Ilustrasi perampok bersenjata. Foto: Internet
Jakarta -

Sebuah toko kartu Pokemon yang terletak di Manhattan, New York, Amerika Serikat, telah dirampok. Total kerugian yang diterima senilai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,6 miliar.

Dalam menjalankan aksinya, perampok menodongkan senjata api kepada para pelanggan dan penjaga toko. Setidaknya terdapat 50 orang yang terpaksa ditahan dan disandera selama kejadiannya berlangsung.

Salah satu karyawan menjelaskan beberapa kartu pokemon dengan harga tak murah digasak hanya dalam waktu tiga menit. Kejadiannya berlangsung ketika toko baru dibuka untuk menggelar acara komunitas pertamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penuturannya, ada tiga perampok yang melakukan aksi jahat tersebut. Ia menjelaskan, satu perampok menodongkan pistolnya ke arah para pembeli, sementara dua sisanya bertugas menjaga pintu masuk dan mengambil kartu Pokemonnya, dilansir IGN, Rabu (21/1/2026).

"Acara itu gratis, lalu tiga pria bersenjata masuk dan mengacungkan senjata ke wajah (para pelanggan)," kata pemilik toko, Courtney Chin.

ADVERTISEMENT

Sejak kejadian tersebut, Chin mengatakan mereka sekarang sedang mempertimbangkan untuk menyewa pengawal bersenjata. Hal ini merupakan rekomendasi dari polisi dan toko-toko di sekitarnya.

"Itulah rekomendasi dari polisi dan toko-toko lain di daerah tersebut untuk memasang penjaga bersenjata atau semacam petugas keamanan," katanya.

Chin menegaskan, ini bukan soal uang, tapi dirinya ingin menciptakan tempat yang aman bagi komunitas saat menikmati hobinya. Ia mengaku sangat kesal sekitar 50 orang harus disandera dan tidak ingin hal ini terjadi lagi.

"Kita tidak bisa membiarkan beberapa oknum seperti ini merusak hobi ini untuk semua orang," Chin menyimpulkan.

Bulan Desember lalu, stok barang senilai USD 100 ribu juga dicuri dari sebuah toko di Burbank, California. Saat itu, polisi mengatakan mereka menduga penggerebekan tersebut terkait dengan "half of dozen", pencurian serupa di bagian selatan negara bagian itu dalam beberapa minggu terakhir. Banyak contoh lain juga terjadi di seluruh negeri selama 12 bulan terakhir.




(hps/fay)
TAGS





Hide Ads