Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Duh, Stasiun Luar Angkasa ISS Bocor Lagi

Duh, Stasiun Luar Angkasa ISS Bocor Lagi


Virgina Maulita Putri - detikInet

IN SPACE - MAY 29:  In this handout provided by National Aeronautics and Space Administration (NASA), back dropped by planet Earth the International Space Station (ISS) is seen from NASA space shuttle Endeavour after the station and shuttle began their post-undocking relative separation May 29, 2011 in space. After 20 years, 25 missions and more than 115 million miles in space, NASA space shuttle Endeavour is on the last leg of its final flight to the International Space Station before being retired and donated to the California Science Center in Los Angeles. Capt. Mark E. Kelly, U.S. Rep. Gabrielle Giffords (D-AZ) husband, has lead mission STS-134 as it delivered the Express Logistics Carrier-3 (ELC-3) and the Alpha Magnetic Spectrometer (AMS-2) to the International Space Station. (Photo by NASA via Getty Images)
Duh, Stasiun Luar Angkasa ISS Bocor Lagi. Foto: Getty Images
Jakarta -

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali mengalami kebocoran di salah satu segmennya. NASA dan badan antariksa Rusia (Roscosmos) yang mengelola fasilitas ini kembali dibikin bingung mencari sumber kebocorannya.

Selama lebih dari satu dekade, teknisi NASA dan Roscosmos telah memantau tingkat kebocoran dari modul kecil di segmen Rusia yang mengarah ke port penghubung. Sumber kebocoran ini adalah retakan mikroskopis yang ukurannya sangat kecil sehingga sulit ditemukan dan diperbaiki.

Pada bulan Januari, NASA mengatakan setelah melakukan beberapa inspeksi dan menggunakan bahan perekat, tekanan udara di segmen yang dikenal sebagai modul PrK ini telah mencapai konfigurasi stabil. Modul PrK pada dasarnya adalah terowongan transfer yang terhubung dengan Zvezda Service Module di segmen Rusia di ISS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Namun, kebocoran ini terdeteksi lagi tiga minggu yang lalu. Pada 1 Mei, setelah kosmonaut Rusia menurunkan kargo dari modul Progress 95, Roscomos mencatat penurunan tekanan udara hingga satu pon per hari di modul PrK.

"Roscosmos mengizinkan penurunan tekanan di terowongan transfer secara bertahap sambil memantau laju penurunannya," kata juru bicara NASA Josh Finch, seperti dikutip dari Ars Technica, Senin (25/5/2026).

"Area tersebut sekarang dijaga di tekanan yang lebih rendah, dengan penambahan tekanan kecil sesuai kebutuhan. Tidak ada dampak pada operasi stasiun, dan NASA serta Roscosmos sedang berkoordinasi mengenai langkah selanjutnya," sambungnya.

Meskipun kebocoran ini tidak memiliki dampak signifikan pada astronaut yang tinggal di ISS, dan tidak menimbulkan kekhawatiran langsung tentang kondisi stasiun, masalah ini kembali menimbulkan pertanyaan tentang nasib jangka panjang ISS.

ISS dijadwalkan pensiun pada tahun 2030 setelah menghabiskan hampir tiga dekade di orbit Bumi. Setelah puluhan tahun di luar angkasa, dampak buruk lingkungan yang sangat keras sudah dirasakan oleh laboratorium antariksa ini.

Namun, NASA dan Kongres Amerika Serikat mempertimbangkan untuk memperpanjang misi ISS setidaknya hingga tahun 2032, atau lebih lama, sampai ada alternatif yang dapat menggantikan ISS di orbit. Di saat bersamaan, panel penasihat keselamatan memperingatkan risiko yang mengancam ISS seiring mendekati masa pensiunnya, termasuk masalah kebocoran udara yang masih berlanjut.




(vmp/afr)




Hide Ads