Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hacker Tunanetra 'Tipu' Pasukan Elit AS

Hacker Tunanetra 'Tipu' Pasukan Elit AS


- detikInet

Ohio - Lagi-lagi, pasukan elit Amerika Serikat kecele atas laporan yang mereka terima. Lantaran mendapat informasi bahwa ada sandera dalam kondisi kritis, sekelompok pasukan SWAT (Special Weapons And Tactics), yakni pasukan khusus kepolisian AS, menyerbu rumah orang yang tidak bersalah.

Rupanya, laporan tersebut hanyalah laporan palsu dari sekelompok orang yang menyebut dirinya dengan "swatters". Parahnya kejadian ini tidak hanya menimpa satu orang, tapi sekitar 100 orang telah menjadi korban. Demikian dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (19/11/2007).

Satu hal yang mencengangkan, salah satu anggota kelompok "swatters" tersebut adalah pria tunanetra, dengan inisial nama M.W. Namun, justru pria inilah yang memegang peranan penting dalam aksi mereka. Dialah yang membantu kelompok tersebut untuk mendapatkan data terperinci tentang korban mereka seperti nomor telepon dan informasi lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pengakuan salah satu anggota kelompok "swatters", Stuart Rosoff, ia bekerja sama dengan M.W untuk mendapatkan nomor telepon, pass phrases (sekelompok kata untuk mengontrol akses ke sistem komputer, program atau data), nomor identitas karyawan, dan berbagai informasi terperinci tentang target mereka.

Aksi mereka ini telah menyebabkan kerugian sekitar USD 120.000 hingga USD 250.000 (USD 1 = Rp 9.004, sumber: xe.com), sehingga mereka pun harus menanggung denda yang setimpal dengan kerugian yang telah mereka timbulkan.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi dan sempat membuat pasukan SWAT kelimpungan. Yakni kasus seorang pemuda iseng bernama Randall Ellis meng-hack sistem telepon darurat 911 dan membuat panggilan palsu sebagai remaja yang diserang pengguna narkoba.
(dwn/dwn)





Hide Ads