Rupanya, laporan tersebut hanyalah laporan palsu dari sekelompok orang yang menyebut dirinya dengan "swatters". Parahnya kejadian ini tidak hanya menimpa satu orang, tapi sekitar 100 orang telah menjadi korban. Demikian dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (19/11/2007).
Satu hal yang mencengangkan, salah satu anggota kelompok "swatters" tersebut adalah pria tunanetra, dengan inisial nama M.W. Namun, justru pria inilah yang memegang peranan penting dalam aksi mereka. Dialah yang membantu kelompok tersebut untuk mendapatkan data terperinci tentang korban mereka seperti nomor telepon dan informasi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi mereka ini telah menyebabkan kerugian sekitar USD 120.000 hingga USD 250.000 (USD 1 = Rp 9.004, sumber: xe.com), sehingga mereka pun harus menanggung denda yang setimpal dengan kerugian yang telah mereka timbulkan.
Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi dan sempat membuat pasukan SWAT kelimpungan. Yakni kasus seorang pemuda iseng bernama Randall Ellis meng-hack sistem telepon darurat 911 dan membuat panggilan palsu sebagai remaja yang diserang pengguna narkoba.
(dwn/dwn)